Pertamina Sukses Perkuat Ekosistem UMK Lewat Program Pertapreneur
Baca juga
- Transaksi PBK di Indonesia Melonjak, Industri Trading Tumbuh Pesat di 2025
- Waskita Karya Raup Kontrak Rp12,52 Triliun di 2025, Teken Strategi Proyek Selektif dan Efisiensi
- Dampak Pidato Trump terhadap IHSG dan Sentimen Pasar Global Hari Ini
- Jaminan BBM Saja Tak Cukup, Pemerintah Diminta Transparan Buka Data Pasokan Energi Secara Berkala

PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen memperkuat dukungan terhadap usaha mikro dan kecil (UMK) melalui program inovatif bernama Pertapreneur Aggregator (PAG). Hingga Maret 2026, inisiatif ini menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan capaian omzet mitra yang menyentuh angka Rp5,72 miliar dan terbentuknya ekosistem bisnis UMK yang kian berkembang.
Apa Itu Program Pertapreneur Aggregator?
Pertapreneur Aggregator adalah sebuah program strategis yang dibuat Pertamina untuk membimbing pelaku UMK agar tidak hanya fokus pada pengembangan usaha sendiri, tapi juga berperan sebagai penghubung usaha atau agregator. UMK yang terpilih mengikuti program ini dibina agar mampu membantu usaha kecil lainnya untuk naik kelas dengan membuka akses ke pasar lebih luas, sekaligus memperkuat jaringan dan rantai pasok antara sesama UMK.
Dukungan Lengkap untuk UMK Maju
Menurut Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, PAG merupakan upaya nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. Program ini dirancang untuk mencetak pemimpin UMK yang adaptif dan handal mengelola ekosistem bisnis secara efektif. Peserta mendapatkan pendampingan komprehensif mulai dari aspek teknis, penguatan model bisnis, validasi pasar, hingga analisis keuangan.
Dengan mekanisme agregator ini, pertumbuhan satu UMK akan memberikan efek positif bagi UMK dalam jaringan bisnisnya, termasuk dalam kapasitas produksi dan kualitas produk. Pada tahun ini, program PAG diikuti 10 peserta terbaik hasil kurasi nasional dari berbagai sektor, seperti makanan olahan, produk kesehatan, fesyen, dan kerajinan yang turut didukung riset serta teknologi untuk percepatan pengembangan bisnis.
Hasil Positif dan Rencana Ke Depan
Salah satu contoh keberhasilan program ini adalah Rendang Gadih yang meraih omzet Rp5,72 miliar sampai Maret 2026, dengan performa penjualan meningkat terutama saat Ramadan. Mereka juga menyiapkan rencana kerjasama dengan ritel modern Foodhall dan co-branding bersama Pertamina untuk memperluas pasar.
Sementara itu, Bali Honey yang juga bagian dari program ini berhasil meningkatkan kualitas produknya dengan persentase madu standar naik dari 34 persen ke 70 persen. Bali Honey juga terus mengeksplorasi peluang ekspansi pasar dengan omzet mencapai Rp648,7 juta.
Ke depan, Pertamina akan memperkuat pendampingan, memperluas akses pasar, dan memfasilitasi simulasi pendanaan agar UMK binaan semakin kompetitif. Program ini juga diintegrasikan dengan upaya Pertamina mendukung target Net Zero Emission 2060 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui prinsip Environmental, Social & Governance (ESG).
Kesimpulan
Program Pertapreneur Aggregator yang dijalankan oleh Pertamina berhasil menjadi motor penggerak pengembangan UMK di Indonesia dengan capaian omzet dan penguatan ekosistem bisnis yang nyata. Dengan pendampingan menyeluruh dan strategi kolaborasi, UMK mendapat peluang besar untuk naik kelas dan bersaing di tingkat nasional bahkan global. Ke depan, program ini diharapkan terus berkembang sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat luas.