QRIS Segera Bisa Digunakan di China, Perluasan Sistem Pembayaran
Baca juga
- Transaksi PBK di Indonesia Melonjak, Industri Trading Tumbuh Pesat di 2025
- Waskita Karya Raup Kontrak Rp12,52 Triliun di 2025, Teken Strategi Proyek Selektif dan Efisiensi
- Dampak Pidato Trump terhadap IHSG dan Sentimen Pasar Global Hari Ini
- Jaminan BBM Saja Tak Cukup, Pemerintah Diminta Transparan Buka Data Pasokan Energi Secara Berkala

Bank Indonesia terus memperluas jaringan sistem pembayaran digital melalui pemanfaatan QR Code Indonesian Standard (QRIS). Setelah resmi terhubung dengan Korea Selatan pada 1 April 2026, BI menargetkan QRIS dapat digunakan di China mulai bulan depan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara dan mendukung kemudahan transaksi di kawasan Asia.
Perluasan QRIS Lintas Negara di Asia
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyampaikan bahwa perpanjangan jaringan QRIS ke China akan memperkokoh integrasi sistem pembayaran Indonesia secara global. Sebelumnya, QRIS lintas negara sudah aktif di Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Dengan bergabungnya China, Indonesia semakin merangkul ASEAN Plus Three, yang mencakup Jepang, Korea Selatan, dan China dalam sistem pembayaran digitalnya.
"Saat ini kita sudah merangkul Asian Plus Three, yaitu Jepang, Korea Selatan, dan mudah-mudahan bulan depan kita dengan Tiongkok sudah bisa terhubung juga," ungkap Filianingsih dalam acara peluncuran kerja sama antarnegara QRIS Indonesia dan Korea Selatan di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Manfaat dan Target Pengembangan Sistem Pembayaran
Perluasan QRIS lintas negara ini menjadi bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang mengedepankan inovasi teknologi dan konektivitas internasional. Dengan sistem ini, transaksi antarnegara dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan dengan biaya lebih rendah, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan pengelolaan risiko.
Keuntungan QRIS cross border diperkirakan langsung dirasakan oleh masyarakat luas, terutama wisatawan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Transaksi yang sederhana akan membantu UMKM menjangkau pasar regional bahkan global secara lebih mudah dan efisien.
Filianingsih menambahkan, "Dengan konektivitas ini, pelaku usaha dapat menjangkau pasar regional hingga global secara lebih efisien." QRIS sendiri sudah menjadi tulang punggung pembayaran digital ritel di Indonesia, dengan tingkat adopsi yang terus meningkat secara signifikan.
Peran Indonesia dalam Ekosistem Pembayaran Digital Global
Selain manfaat domestik, transaksi menggunakan QRIS lintas negara juga menunjukkan tren positif. Statistik mencatat sekitar 5,9 juta transaksi inbound dan 1,7 juta transaksi outbound yang memanfaatkan QRIS antarnegara.
Penguatan konektivitas QRIS sesuai dengan agenda Regional Payment Connectivity di Asia, yang bertujuan menurunkan hambatan transaksi lintas negara. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna sistem pembayaran digital global, tetapi juga aktif berperan dalam membangun ekosistem pembayaran yang inklusif dan terintegrasi di tingkat internasional.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung agenda percepatan digitalisasi ekonomi serta memperluas akses keuangan bagi berbagai lapisan masyarakat, sebagaimana yang tercantum dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030.
Kesimpulan
Bank Indonesia berkomitmen memperluas ekosistem pembayaran digital QRIS ke kancah internasional dengan target pemakaian di China pada Mei 2026. Perluasan ini menjadi langkah strategis untuk menguatkan konektivitas Asia dalam transaksi lintas negara yang cepat, murah, dan aman. Melalui layanan ini, diharapkan UMKM Indonesia dapat lebih mudah menembus pasar luar negeri dan mendukung inklusi keuangan secara lebih luas.