BMKG Hentikan Peringatan Tsunami Setelah Gempa 7,7 di Filipina, Warga Gorontalo Diminta Waspada
Baca juga
- Komunitas Sikh Tuntut Pemerintah Selidiki Kematian Henry Nowak Secara Tuntas
- Delay Berjam-jam, Wakil Menteri Minta Garuda Indonesia Berikan Kompensasi untuk Jamaah Haji
- Tragedi Sungai Yorkshire: Gadis 13 Tahun Tewas Setelah Hilang di Sungai Wharfe
- Razian Besar-besaran di Lapas Palu: Upaya Bersih-bersih Barang Terlarang yang Makin Diperketat
- Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri Diberi Pangkat Bintang Tiga, Ini Sebab dan Dampaknya

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Usai Gempa 7,7 di Filipina, Warga Gorontalo Tetap Waspada Pasang Surut Laut
diupdate.id - Hati-hati menanggapi peringatan tsunami, terutama setelah gempa besar mengguncang Laut Sulawesi di dekat Filipina. Meski BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami, masyarakat di daerah rawan seperti Gorontalo tetap diminta untuk terus waspada dan memantau kondisi pasang surut laut.
Pengakhiran Peringatan Dini Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan bahwa peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 7,7 yang terjadi di Laut Sulawesi atau pantai selatan Mindanao, Filipina, sudah berakhir pukul 10.15 WIB pada Senin (8/6/2026). Data pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan signifikan muka air laut yang dapat membahayakan masyarakat pesisir.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil observasi di lokasi terdampak, di mana gelombang tsunami tertinggi hanya mencapai 75 cm di Palengen, Sangihe, Sulawesi Utara. Sejumlah lokasi lain juga mencatat gelombang dengan ketinggian bervariasi antara 9 hingga 45 cm.
Dampak Gempa dan Aktivitas Susulan
Getaran gempa ini paling dirasakan dengan skala intensitas 6 MMI di Miangas dan Melonguane — cukup kuat hingga menyebabkan kerusakan ringan seperti jatuhnya plester dinding dan cerobong asap pabrik. Di Siau dan Tagulandang, getaran tercatat 5 MMI, sedangkan Manado dan area sekitarnya merasakan guncangan 4 MMI yang membangunkan warga dari tidur malam.
Hingga pukul 10.00 WIB, BMKG juga mencatat 20 gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo antara 3,9 sampai 6,7, dua di antaranya cukup terasa oleh masyarakat.
Penanganan dan Sikap Waspada Masyarakat
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan meskipun peringatan tsunami sudah dicabut. Keberlanjutan gempa susulan bisa berpotensi menyebabkan kerusakan tambahan, seperti runtuhnya bangunan yang terdampak. Masyarakat terutama di Gorontalo dan wilayah terdampak diimbau memeriksa keamanan struktur rumah sebelum kembali menghuni, serta terus memantau kondisi pasang surut laut untuk mengantisipasi kemungkinan lebih lanjut.
Ringkasan
Gempa bumi berkekuatan besar di Laut Sulawesi telah memicu peringatan dini tsunami yang kini resmi dihentikan setelah pemantauan intensif BMKG. Meskipun tsunami tidak terjadi dengan dampak serius, gelombang rendah terdeteksi dan aktivitas gempa susulan masih berlangsung. Langkah konsolidasi antar lembaga penanggulangan bencana sudah berjalan, sementara masyarakat dihimbau tetap waspada dan menjaga keselamatan diri serta keluarga di tengah situasi yang masih dinamis.
FAQ
Apakah peringatan tsunami sudah berakhir setelah gempa di Filipina?
Ya, BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 10.15 WIB setelah pemantauan menunjukkan tidak ada kenaikan muka air laut signifikan.
Apakah masyarakat masih perlu waspada meski peringatan tsunami sudah dicabut?
Iya, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan potensi kerusakan bangunan serta memantau pasang surut laut.