Iwan Koswara Soroti Pentingnya Insentif Posyandu dan Penanganan Banjir di Bekasi
Baca juga
- Mobil Dinas Pemprov DKI Diganti Pelat Putih, Polisi Hentikan di Puncak dan Beri Peringatan
- Bupati Sleman Resmi Serahkan SK untuk 144 CPNS, Simak Pesannya
- Starobilsk Diserang Drone, 18 Orang Tewas: Tuduhan dan Balasan di Tengah Perang Rusia-Ukraina
- Gelombang Panas di Inggris: Suhu Mei Tembus Rekor Sejak 1944
- Penembakan Dekat Gedung Putih: Apa yang Terjadi dan Dampaknya?

Iwan Koswara Soroti Pentingnya Insentif Posyandu dan Penanganan Banjir di Bekasi
diupdate.id - Masalah pelayanan publik di Bekasi kembali menjadi sorotan, terutama terkait kesejahteraan kader Posyandu dan penanganan banjir yang selama ini dikeluhkan warga. Anggota DPRD Jawa Barat, Iwan Koswara, langsung turun ke Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, untuk mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat yang membutuhkan perhatian serius.
Dialog Langsung dengan Warga Jatirasa
Saat agenda pengawasan pemerintahan pada Jumat, 22 Mei 2026, Iwan Koswara menerima berbagai keluhan warga tentang akses pelatihan kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang dirasa masih jauh dan kurang menjangkau pencari kerja. Warga berharap pelatihan bisa diselenggarakan lebih dekat ke lingkungan sekitar, misalnya di tingkat RW atau kelurahan, agar lebih mudah diikuti.
Selain itu, insentif bagi kader Posyandu juga menjadi perhatian utama. Para kader yang berperan penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di wilayahnya kekurangan penghargaan dan dukungan finansial. Iwan menegaskan bahwa beban kerja kader sangat besar dan layak mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
Fokus pada Penanganan Banjir yang Sekarang Jadi Tantangan
Permasalahan banjir di RW 011 Jatirasa tak kalah pentingnya. Masyarakat berharap adanya normalisasi saluran air dan penguatan tanggul agar risiko genangan saat musim hujan bisa dikurangi secara signifikan. Tidak hanya itu, warga juga ingin ada dukungan logistik kebencanaan seperti perahu karet dan pelampung untuk membantu evakuasi mandiri saat banjir terjadi, sehingga keselamatan mereka bisa lebih terjamin.
Di sisi lain, tunggakan iuran BPJS Kesehatan yang menyebabkan pemblokiran layanan kesehatan juga menjadi kendala bagi sebagian warga. Iwan berharap agar persoalan ini bisa segera dicarikan solusi agar akses pelayanan kesehatan tidak terhambat.
Dampak dan Tindak Lanjut yang Diharapkan
Pengawasan langsung di lapangan oleh Iwan memudahkan identifikasi kebutuhan prioritas yang harus segera ditangani. Jika program pelatihan kerja didekatkan dengan masyarakat, maka peluang peningkatan keterampilan dan penyerapan tenaga kerja akan meningkat. Kesejahteraan kader Posyandu yang lebih baik juga akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sementara itu, penanganan banjir yang memadai adalah kunci mencegah kerugian harta dan potensi risiko pada masyarakat saat hujan besar.
Iwan menjamin aspirasi yang diterimanya akan dibawa ke tingkat DPRD Jawa Barat dan dikomunikasikan dengan dinas terkait serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hal ini menjadi langkah penting agar pemerintah daerah bisa merancang kebijakan dan program yang langsung menjawab masalah masyarakat.
Ringkasan
Kunjungan Iwan Koswara ke Kelurahan Jatirasa membuka gambaran nyata tantangan yang dihadapi warga di Bekasi terkait insentif Posyandu, pelatihan kerja, hingga penanganan banjir. Pendekatan dialog ini menunjukkan bahwa pelayanan publik perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput agar manfaatnya terasa maksimal. Tindak lanjut dengan koordinasi antar lembaga pemerintah menjadi harapan agar berbagai persoalan ini dapat segera diatasi.
FAQ
Mengapa insentif kader Posyandu penting?
Insentif penting untuk menghargai dan meningkatkan motivasi kader Posyandu yang berperan vital dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat.
Apa solusi warga Bekasi terkait penanganan banjir?
Warga mengusulkan normalisasi saluran air, penguatan tanggul, serta penyediaan perahu karet dan pelampung untuk evakuasi mandiri saat banjir.