Pemkab Solok Gerakkan Tim Percepatan Agar Jalan Nasional di Jembatan Kutianyie Lebih Aman

Baca juga

Pemkab Solok Gerakkan Tim Percepatan Agar Jalan Nasional di Jembatan Kutianyie Lebih Aman

Pemkab Solok Bentuk Tim Khusus Percepat Pembebasan Lahan untuk Pelebaran Jalan Nasional di Jembatan Kutianyie

diupdate.id - Jembatan Kutianyie di Nagari Surian menjadi sorotan pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penyempitan jalan nasional di sana menimbulkan risiko kecelakaan yang cukup tinggi sehingga Pemkab mengambil langkah strategis dengan membentuk tim percepatan pembebasan lahan.

Langkah Nyata untuk Jalan yang Lebih Aman

Wakil Bupati Solok, Candra, menegaskan bahwa pembentukan tim ini merupakan bukti keseriusan Pemkab Solok dalam mendukung Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menyelesaikan permasalahan lahan yang sudah berlangsung lama. "Kami telah melakukan rapat koordinasi dan membentuk tim khusus untuk mempercepat pembebasan lahan masyarakat di lokasi tersebut. Ini bagian dari solusi agar proses pelebaran jalan nasional dapat segera terealisasi," ujar Candra.

Meski kewenangan ruas jalan ada pada BPJN, Pemkab tidak tinggal diam. Tim yang dibentuk saat ini menjalankan kajian cermat dan konsultasi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna menentukan nilai ganti rugi lahan sesuai aturan keuangan negara. Pendekatan ini penting untuk menjaga transparansi dan keadilan bagi pemilik lahan.

Peningkatan Keselamatan Jalan dan Solusi Sementara

Selain langkah pembebasan lahan, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok juga gerak cepat dengan menurunkan tim teknis untuk memasang lampu penerangan dan road barrier di sekitar Jembatan Kutianyie sejak 19 Mei 2026. Kepala Dinas Perhubungan, Muhammad Djoni, menyebutkan tindakan ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko kecelakaan di area rawan, terutama saat malam hari.

"Pemasangan lampu dan pengaman jalan ini adalah langkah cepat yang kami ambil agar ruas jalan lebih aman dilalui masyarakat," ucap Djoni. Dishub juga tengah mengevaluasi kemungkinan tambahan rambu dan penguatan sistem keselamatan lalu lintas agar potensi kecelakaan dapat diminimalisir.

Dampak dan Harapan ke Depan

Jalur di Jembatan Kutianyie dikenal rawan kecelakaan akibat tikungan tajam dan kondisi jalan yang menyempit. Data kecelakaan sebelumnya bahkan mencatat insiden yang menimpa Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko, sebagai salah satu contoh bahwa penanganan serius sangat dibutuhkan.

Dengan pembentukan tim percepatan dan kolaborasi antar Pemkab, BPJN, serta Pemprov Sumbar, harapannya pelebaran jalan nasional di sini bisa rampung lebih cepat. Tak hanya membuka akses yang lebih lebar, namun juga menurunkan angka kecelakaan, memberi rasa aman bagi pengguna jalan, dan mendorong kelancaran arus transportasi di wilayah tersebut.

Ringkasan

Pemkab Solok merespons kondisi darurat di Jembatan Kutianyie dengan membentuk tim percepatan pembebasan lahan. Proses ini didukung dengan kajian nilai ganti rugi yang profesional dan tindakan bersama Dinas Perhubungan seperti pemasangan lampu dan road barrier untuk keselamatan sementara. Kolaborasi intensif diharapkan mempercepat pelebaran jalan nasional, yang penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di titik rawan tersebut.

FAQ

Apa tujuan pembentukan tim percepatan pembebasan lahan di Pemkab Solok?

Tujuannya untuk mempercepat proses pembebasan lahan guna mendukung pelebaran jalan nasional di kawasan Jembatan Kutianyie dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Apa langkah sementara yang dilakukan untuk meningkatkan keselamatan di Jembatan Kutianyie?

Dinas Perhubungan Kabupaten Solok memasang lampu penerangan jalan dan road barrier di sekitar jembatan sejak 19 Mei 2026 agar area tersebut lebih aman bagi pengendara, terutama di malam hari.