Gelombang Laut 4 Meter Mengancam Perairan Indonesia, Simak Pembahasan BMKG
Baca juga
- Waspada! Hujan Lebat dan Badai Petir Diprediksi Melanda Makkah dan Wilayah Sekitarnya Minggu Ini
- Gelombang Panas di Inggris: Suhu Mei Tembus Rekor Sejak 1944
- Libur Bank Holiday Inggris Diselimuti Panas Ekstrem, Ini Potensi Dampaknya
- Surabaya Mulai Alami Cuaca Panas, BMKG Jelaskan Kaitannya dengan El Nino dan Musim Kemarau
- Jakarta Diguyur Hujan Ringan Sampai Sore, Simak Prakiraan BMKG

Waspada Gelombang Tinggi 2,5-4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan Indonesia hingga 13 Juni 2026
diupdate.id - Siapkan diri Anda jika berencana melakukan aktivitas di laut dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter yang menyambangi sejumlah wilayah perairan di Indonesia pada rentang tanggal 10 hingga 13 Juni 2026.
Gelombang Tinggi Melanda Perairan Nusantara
Menurut informasi yang disampaikan BMKG melalui akun media sosial resmi mereka, gelombang setinggi 2,5 sampai 4 meter berpotensi muncul khususnya di perairan Samudera Hindia sebelah barat Kepulauan Nias dan selatan Banten. Selain itu, gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi di wilayah perairan Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, serta provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Penjelasan dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
Gelombang laut dengan ketinggian antara 2,5 sampai 4 meter jelas menimbulkan ancaman tersendiri bagi keselamatan pelayaran dan aktivitas di laut. BMKG menegaskan bahwa angin dengan kecepatan 15 knot disertai gelombang setinggi 1,25 meter sudah berpotensi mengganggu keselamatan perahu nelayan. Sementara itu, kapal tongkang menghadapi risiko lebih besar saat angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter. Kapal feri atau kapal yang membawa penumpang pun disarankan ekstra hati-hati, karena risiko berbahaya bisa muncul ketika angin 21 knot dan gelombang mencapai 2,5 meter.
Dampak dan Pentingnya Antisipasi
Dampak terbesar tentu bagi para nelayan, awak kapal, dan masyarakat pesisir yang mengandalkan laut sebagai sumber penghidupan dan sarana transportasi. Gelombang tinggi mempersulit navigasi dan berpotensi menyebabkan kecelakaan laut yang fatal. Oleh karenanya, BMKG dengan tegas mengimbau agar semua pihak selalu memantau update cuaca dan informasi gelombang secara berkala sebelum memulai aktivitas di laut. Persiapan yang matang dan kewaspadaan menjadi kunci utama mengurangi risiko kerugian jiwa maupun materi.
Ringkasan
Gelombang tinggi setinggi 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan Indonesia mulai 10 hingga 13 Juni 2026, terutama di sekitar Samudera Hindia barat Nias hingga perairan selatan Banten dan wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara. Risiko keselamatan pelayaran meningkat signifikan, sesuai kecepatan angin dan tinggi gelombang yang tercatat. BMKG mengimbau agar masyarakat pesisir dan pelaku kegiatan laut selalu memantau info cuaca dan gelombang untuk mengantisipasi risiko selama beraktivitas di laut.
FAQ
Berapa tinggi gelombang laut yang berpotensi terjadi di Indonesia mulai 10 Juni 2026?
BMKG memperkirakan gelombang laut memiliki ketinggian antara 2,5 meter hingga 4 meter yang dapat terjadi di sejumlah perairan Indonesia.
Siapa yang perlu mewaspadai gelombang tinggi ini?
Nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir disarankan waspada dan rutin memantau informasi cuaca untuk mengantisipasi risiko keselamatan saat beraktivitas di laut.