Kasus Ijazah Jokowi Bikin Resah, JK Resmi Laporkan Rismon ke Polisi
Baca juga
- Krisis Tanker di Selat Hormuz? Istana Pastikan Stok BBM dan LPG Indonesia Aman
- Pemerintah Siapkan Dana Rp1,77 Triliun untuk Tangani Kenaikan Biaya Haji Akibat Avtur
- Aktivitas Gunung Semeru Meningkat: Empat Letusan dalam 9 April
- Longsor Dahsyat di Cadas Pangeran Sumedang: Akses Bandung-Cirebon Terhenti Total
- Golkar Yakin Tak Ada Kader yang Di-reshuffle dari Kabinet Prabowo

Jusuf Kalla Laporkan Rismon Hasiholan soal Tuduhan Pendanaan Kasus Ijazah Jokowi yang Bikin Resah
diupdate.id - Polemik soal ijazah Presiden Joko Widodo terus bergulir dan menimbulkan keresahan, tidak hanya di masyarakat tapi juga di kalangan pejabat senior. Baru-baru ini, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), mengambil langkah tegas dengan melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar serta dua akun media sosial terkait penyebaran berita palsu yang menuding dirinya mendanai kasus hoaks ijazah Jokowi.
Pelaporan ke Bareskrim Polri
Rabu (8/4), Jusuf Kalla mendatangi Bareskrim Polri secara langsung untuk melaporkan Rismon atas tuduhan penyebaran hoaks. Laporan resmi tersebut tercatat dengan nomor LP/B/135/IV/2026/SPKT/Bareskrim Polri. Selain Rismon, JK juga memasukkan laporan terhadap akun YouTube Studio Musik Rock Ciamis dan akun Facebook 1922 Pusat Madiun yang dianggap ikut menyebar isu tidak benar.
JK menegaskan tudingan bahwa dirinya memberi dana Rp5 miliar kepada Roy Suryo dan kawan-kawan untuk mengusut kasus ijazah Jokowi adalah penghinaan dan hal yang tidak dapat diterima. "Masa saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau? Itu tidak pantas dan merugikan martabat saya," ujar JK.
Klarifikasi dan Ketidakjelasan dari Rismon
Meskipun Rismon mengaku video tudingan tersebut bukan dibuat secara langsung olehnya, JK melihat bahwa Rismon tak membantah isi tuduhan yang menyangkut pendanaan tersebut. "Dia hanya mengatakan itu bukan dia yang membuat video, tapi tidak membantah isi tudingannya," ungkap JK. Jika sejak awal Rismon menolak tudingan ini secara tegas, JK bahkan mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan proses hukum.
Kasus Ijazah Jokowi yang Berlarut dan Dampaknya
Selain persoalan hukum, JK menyampaikan kekecewaannya atas lambatnya penyelesaian kasus ijazah Jokowi yang telah berlangsung lama dan menyebabkan kerugian besar. Menurutnya, masalah ini bukan cuma menyita waktu dan energi, tapi juga menguras biaya hingga puluhan miliar rupiah yang digunakan untuk pengacara dan proses hukum lainnya.
Lebih jauh, kasus ini telah memicu perpecahan di tengah masyarakat. "Pro dan kontra berkepanjangan ini akhirnya memecah belah masyarakat dan mengganggu sikap nasional kita," kata JK. Di saat bangsa seharusnya fokus pada pembangunan dan persatuan, perdebatan soal ijazah justru membuat suasana jadi tidak kondusif.
Kesimpulan
Keseriusan JK dalam menghadapi hoaks pendanaan ini menunjukkan dampak negatif dari berita bohong yang bisa merugikan individu dan masyarakat luas. Kasus ijazah Jokowi yang berlarut-larut menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar selektif dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi, agar tidak menimbulkan keresahan dan perpecahan yang lebih dalam lagi.
FAQ
Mengapa Jusuf Kalla melaporkan Rismon Hasiholan?
JK melaporkan Rismon karena tuduhan bahwa JK memberi dana Rp5 miliar untuk mengusut isu ijazah Jokowi dianggap hoaks dan penghinaan.
Apa dampak dari kasus ijazah Jokowi menurut Jusuf Kalla?
Kasus ini merugikan banyak pihak, menyita waktu dan biaya besar, serta menimbulkan perpecahan di masyarakat.