Robert Del Naja Ditangkap saat Aksi Bela Palestina, Begini Kronologinya
Baca juga
- Bioskop di Bali Rabu 8 April: Project Hail Mary 2026 Resmi Tayang Perdana
- Taylor Swift Digugat soal Album The Life of a Showgirl, Ini Pokok Masalahnya
- Reza Arap Tak Mau Lagi Dijodohkan dengan Fuji, Begini Tanggapannya
- Meryl Streep Bongkar Alasan Label 'Chick Flick' untuk The Devil Wears Prada Sudah Tak Relevan Lagi
- Penggemar Musik Wajib Tahu, Dewa Budjana Siap Gelar Konser Pranayama

Vokalis Massive Attack Ditangkap saat Aksi Bela Palestina di London, Ini Kronologinya
diupdate.id - Nama Robert Del Naja, vokalis Massive Attack, kembali jadi sorotan dunia. Bukan karena panggung musik, melainkan karena ia ikut turun langsung dalam aksi bela Palestina di Trafalgar Square, London, dan akhirnya ditangkap polisi. Peristiwa ini memicu perhatian luas karena melibatkan musisi internasional yang secara terbuka menunjukkan sikap politiknya.
Dalam aksi yang berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) waktu setempat itu, Del Naja terlihat duduk bersama ratusan demonstran sambil memegang papan bertuliskan, “Saya menentang genosida, saya mendukung Palestine Action”. Tak lama kemudian, petugas Metropolitan Police mendekatinya, menyatakan ia ditangkap, lalu membawanya pergi di tengah sorakan dan tepuk tangan massa.
Del Naja, yang kini berusia 61 tahun, termasuk di antara lebih dari 200 orang yang diamankan dalam demonstrasi tersebut. Kepolisian kemudian mengonfirmasi bahwa total ada 212 orang yang ditangkap. Usia para demonstran yang diamankan bervariasi, mulai dari 27 hingga 82 tahun.
Palestine Action Jadi Pusat Kontroversi
Penangkapan ini tidak lepas dari status Palestine Action yang sejak Juli 2025 dinyatakan terlarang di Inggris berdasarkan undang-undang anti-terorisme. Meski begitu, larangan itu sempat dinyatakan tidak sah oleh pengadilan pada Februari. Namun, kebijakan tersebut tetap berlaku sambil menunggu proses banding.
Situasi ini membuat aksi bela Palestina di London menjadi ruang tarik-menarik antara kebebasan berekspresi dan aturan hukum yang masih diperdebatkan. Sebelumnya, kepolisian sempat memberi sinyal tidak akan melakukan penangkapan setelah putusan pengadilan. Akan tetapi, pada Maret mereka mengubah sikap dan kembali menindak demonstran yang menyatakan dukungan terhadap kelompok tersebut.
Dampak bagi Del Naja dan Dunia Musik
Sebelum ditangkap, Del Naja sempat mengatakan kepada Press Association bahwa ia tetap ingin hadir meski sadar ada risiko bagi karier musiknya. Ia menyinggung kemungkinan dampak terhadap mobilitas internasional, termasuk urusan bepergian dan visa. Pernyataan itu menunjukkan bahwa keputusan ikut aksi bukan tanpa konsekuensi.
Secara lebih luas, kejadian ini memperlihatkan bagaimana figur publik bisa memberi perhatian besar pada isu kemanusiaan. Bagi sebagian orang, tindakan Del Naja dianggap sebagai bentuk solidaritas yang tegas. Namun di sisi lain, langkah tersebut juga berpotensi memunculkan risiko hukum dan profesional, terutama ketika bersinggungan dengan kebijakan negara.
Pada akhirnya, vokalis Massive Attack ini menjadi salah satu wajah paling menonjol dalam demonstrasi tersebut. Kasusnya menunjukkan bahwa dukungan terhadap Palestina masih menjadi isu sensitif di Inggris, apalagi ketika melibatkan organisasi yang dilarang. Hingga kini, perkembangan lebih lanjut atas proses hukum dan banding terkait kebijakan itu masih belum dikonfirmasi.
FAQ
Siapa vokalis Massive Attack yang ditangkap?
Vokalis yang ditangkap adalah Robert Del Naja, pria berusia 61 tahun.
Berapa jumlah orang yang diamankan dalam aksi itu?
Pihak kepolisian mengonfirmasi ada 212 orang yang ditangkap dalam demonstrasi tersebut.