Aksi Mahasiswa di Patung Kuda: Kritik Tajam Kenaikan Harga Pertamax dan UU Polri
Baca juga
- Kesepakatan Damai AS-Iran: Harapan Baru di Tengah Tantangan yang Belum Terungkap
- Roy Hattersley Meninggal Dunia di Usia 93 Tahun, Tokoh Besar Gerakan Buruh Inggris
- Resignasi John Healey: Apakah Dominos Downing Street Akan Jatuh Satu Per Satu?
- Mengupas Pola Hubungan Dinamis Indonesia dan Singapura di Era Baru
- Krisis di Kubu Partai Buruh: Pengunduran Diri Menteri Pertahanan dan Tekanan Berat bagi PM

Aksi Mahasiswa di Patung Kuda: Kritik Tajam Kenaikan Harga Pertamax dan UU Polri
diupdate.id - Sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno menggerakkan langkah kaki mereka ke Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin, 15 Juni 2026. Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan sebuah pernyataan keras terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan masyarakat, khususnya soal harga bahan bakar dan regulasi kepolisian.
Mahasiswa Soroti Kenaikan Harga Pertamax dan Program Pemerintah
Dalam orasinya, para mahasiswa secara gamblang mengkritik kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang dianggap memukul perekonomian masyarakat. Mereka berpendapat bahwa kenaikan ini akan memperburuk daya beli dan memicu inflasi. Selain itu, mereka mengangkat isu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dijalankan pemerintah. Menurut mereka, program MBG berpotensi menjadi lahan korupsi dan kurang transparan dalam pelaksanaannya.
Tuntutan Tinjau Ulang UU Polri dan Tegakkan Supremasi Sipil
Tak hanya ekonomi, mahasiswa juga menyuarakan keprihatinan terhadap Undang-Undang Polri yang baru. Mereka menuntut pemerintah untuk meninjau ulang regulasi tersebut dengan alasan adanya indikasi militerisme yang berlebihan. Aspirasi mereka adalah supaya supremasi sipil tetap dijaga demi mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat keamanan.
Dampak dan Analisa Singkat
Aksi ini menggambarkan keresahan publik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap kurang berpihak pada rakyat kecil. Kenaikan harga Pertamax misalnya, tidak hanya berdampak pada transportasi, tapi juga sektor lain yang menggunakan BBM ini sebagai bahan bakar. Inflasi pun menjadi ancaman nyata. Sementara itu, keraguan terhadap program MBG melahirkan kebutuhan pengawasan yang ketat agar anggaran negara digunakan secara efisien dan tepat sasaran.
Di sisi lain, tuntutan untuk meninjau ulang UU Polri menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap demokrasi dan prinsip hak asasi manusia. Jika militerisme kian menguat, hal ini bisa mengancam kebebasan sipil dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Ringkasan
Aksi mahasiswa Universitas Bung Karno di Patung Kuda menjadi penanda penting dari suara generasi muda atas kebijakan pemerintah terbaru. Dengan menyoroti kenaikan harga Pertamax, potensi korupsi dalam program MBG, serta kontroversi UU Polri, mereka menuntut perhatian lebih dalam pengambilan keputusan negara. Melalui demonstrasi damai ini, publik diajak untuk lebih kritis dan peduli terhadap arah pembangunan nasional yang berkualitas dan berkeadilan.
FAQ
Apa alasan utama mahasiswa demo di Patung Kuda?
Mereka mengkritik kenaikan harga Pertamax, potensi korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis, dan meminta peninjauan ulang UU Polri.
Apa tuntutan mahasiswa terkait UU Polri?
Mahasiswa menuntut pemerintah meninjau ulang UU Polri untuk menghentikan militerisme dan menegakkan supremasi sipil.