Purbaya Beberkan Alasan BBM Belum Naik: Tak Mau Bebani Rakyat
Baca juga
- Menaker Yassierli Pastikan Peluang Kerja di Indonesia Tetap Terbuka Meski Dunia Masih Bergejolak
- Update Harga Emas dan Perak Hari Ini: Stabil di Rabu 8 April 2026
- Harga Plastik Melonjak, DPR Soroti Ketergantungan Impor Bahan Baku yang Bikin RI Rentan
- Modal Rp 2 Juta Jadi Usaha Stabil, Ini Perjalanan Siti Julaeha di Lebak
- Pemerintah Resmi Naikkan Harga Avtur hingga 70 Persen, Ini Dampak yang Perlu Diwaspadai

BBM Tak Jadi Naik, Menkeu Purbaya Ungkap Pertimbangan Besar untuk Rakyat
diupdate.id - Di tengah tekanan anggaran dan situasi ekonomi yang masih dinamis, pemerintah memilih langkah yang langsung terasa di kantong masyarakat: harga BBM belum dinaikkan. Keputusan ini bukan tanpa hitung-hitungan, tetapi disebut diambil karena dampaknya ke kehidupan sehari-hari dinilai terlalu besar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, kenaikan harga bahan bakar minyak akan cepat merembet ke banyak kebutuhan lain. Menurut dia, beban masyarakat, terutama kelompok kecil, bisa ikut tertekan jika BBM dipatok lebih mahal. “Ketika BBM naik, beban hidup rakyat banyak, terutama yang kecil kan terganggu,” ujarnya di Kantin Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
Kenapa BBM Tak Naik Meski Anggaran Tertekan?
Purbaya menjelaskan, pemerintah sebenarnya memahami ada konsekuensi fiskal saat harga BBM ditahan. Di satu sisi, ruang anggaran bisa lebih sempit karena pemerintah harus menyesuaikan kebijakan belanja. Namun di sisi lain, jika harga dinaikkan, daya beli masyarakat justru berpotensi melemah dan aktivitas ekonomi bisa ikut melambat.
Ia menilai pilihan itu bukan sekadar soal angka di APBN, melainkan soal menjaga perputaran ekonomi tetap sehat. “Kalau saya naikkan BBM-nya, ruangnya jadi punya saya. Tapi rakyat harus bayar lebih, ekonominya melambat,” katanya. Dengan kata lain, kebijakan BBM tak naik dipahami sebagai upaya menahan efek domino terhadap harga-harga kebutuhan lain.
Efisiensi Belanja dan Peran Bank Sentral
Purbaya juga menyinggung soal efisiensi belanja. Menurutnya, masyarakat cenderung membelanjakan uang sesuai kebutuhan, sehingga penggunaannya lebih terukur. Karena itu, pemerintah perlu berhati-hati agar kebijakan fiskal tidak justru memicu beban baru bagi warga.
Terkait nilai tukar rupiah, pemerintah menyerahkan urusannya kepada otoritas moneter. “Kalau rupiah, kita serahkan ke bank sentral, ke ahlinya. Saya percaya dia bisa betulin,” ujarnya. Pemerintah, lanjut Purbaya, tetap memantau kondisi global dan menyiapkan sejumlah skenario.
Dampak bagi Masyarakat dan APBN
Dalam jangka pendek, keputusan menahan harga BBM memberi napas bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sensitif terhadap biaya transportasi. Namun dari sisi APBN, pemerintah tetap harus menjaga agar tekanan fiskal tidak melebar. Karena itu, kebijakan energi seperti BBM tak naik biasanya menjadi titik keseimbangan antara stabilitas anggaran dan perlindungan daya beli.
Ke depan, arah kebijakan pemerintah masih akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi global. Meski begitu, prioritas utama yang disampaikan Menkeu tetap jelas: jangan sampai kebijakan energi justru membuat masyarakat semakin terbebani.
FAQ
Mengapa harga BBM belum dinaikkan?
Karena pemerintah mempertimbangkan dampaknya terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok kecil.
Apa dampak jika BBM dinaikkan?
Menurut Menkeu Purbaya, beban hidup masyarakat bisa meningkat dan ekonomi berpotensi melambat.