Cuaca Panas Bisa Bikin Lansia Linglung, Ini Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Baca juga

Cuaca Panas Bisa Bikin Lansia Linglung, Ini Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Cuaca Panas Bisa Bikin Lansia Linglung, Ini Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

diupdate.id - Cuaca panas bukan sekadar bikin gerah dan cepat haus. Pada kelompok tertentu, kondisi ini bisa berdampak lebih serius. Salah satunya adalah pada lansia, yang disebut lebih rentan mengalami linglung, pusing, hingga lemas saat tubuh kekurangan cairan.

Hal ini menjadi perhatian di tengah prediksi Indonesia akan mengalami fenomena El Nino tahun ini. Kondisi tersebut berpotensi memicu kemarau panjang dan suhu yang lebih panas dalam beberapa bulan ke depan. Dalam situasi seperti ini, cuaca panas perlu lebih diwaspadai karena dampaknya bisa lebih berat bagi orang lanjut usia.

Lansia Lebih Mudah Terdampak Saat Tubuh Kehilangan Cairan

Sekretaris Jenderal Himpunan Fasyankes Dokter Indonesia (HIFDI), dr Putro S Muhammad, menjelaskan bahwa cuaca panas ekstrem dapat membuat lansia mengalami dehidrasi. Saat cairan tubuh berkurang, volume darah ikut menurun. Akibatnya, otak tidak mendapat suplai oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga muncul gejala seperti disorientasi atau tampak linglung.

Menurut dr Putro, kondisi ini kerap disalahartikan sebagai gangguan pada otak. Padahal, penyebabnya bisa sesederhana kurang minum. Setelah kebutuhan cairan tercukupi, kondisi lansia biasanya akan membaik.

Waspadai Urine Gelap dan Tidak Buang Air Kecil

Selain perubahan perilaku, keluarga juga perlu memperhatikan frekuensi buang air kecil. Menurut dr Putro, fungsi ginjal pada lansia memang menurun seiring usia, sehingga tanda-tanda dehidrasi perlu dipantau lebih teliti.

Jika lansia tiba-tiba tidak buang air kecil seharian atau warna urinenya menjadi gelap, itu bisa menjadi tanda bahaya. Gejala seperti ini penting diperhatikan karena menunjukkan tubuh mulai kekurangan cairan dan tidak bekerja optimal.

Riwayat Jantung dan Ginjal Perlu Pengawasan Lebih Ketat

Dr Putro juga menekankan bahwa lansia dengan riwayat penyakit jantung atau ginjal memerlukan perhatian lebih besar. Pemberian cairan pada kelompok ini tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Artinya, saat cuaca panas meningkat, perawatan terhadap lansia tidak cukup hanya dengan memastikan mereka minum. Pengawasan terhadap tanda-tanda dehidrasi, perubahan perilaku, dan kondisi urine juga sama pentingnya.

Dampaknya Bisa Lebih Luas Jika Diabaikan

Imbauan ini penting karena dehidrasi pada lansia tidak selalu langsung terlihat. Banyak keluarga baru menyadari setelah kondisi memburuk. Padahal, jika ditangani lebih awal, risiko bisa ditekan. Di tengah ancaman El Nino, kewaspadaan sederhana seperti memastikan asupan cairan cukup dapat membantu mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.

Pada akhirnya, menjaga lansia tetap aman saat panas ekstrem bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal mencegah komplikasi. Jika muncul tanda seperti linglung, lemas, urine gelap, atau tidak buang air kecil seharian, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.

FAQ

Kenapa cuaca panas bisa membuat lansia linglung?

Karena tubuh bisa mengalami dehidrasi, sehingga volume darah menurun dan otak kekurangan oksigen serta nutrisi.

Tanda bahaya apa yang perlu diperhatikan pada lansia saat cuaca panas?

Linglung, pusing, lemas, urine gelap, atau tidak buang air kecil seharian bisa menjadi tanda dehidrasi dan perlu diwaspadai.