Densus 88 Gandeng Kampus Lawan Radikalisme dan Intoleransi di Kalangan Mahasiswa
Baca juga
- Kasus Kematian Dosen di Semarang: AKBP Basuki Dituntut 5 Tahun Penjara
- Terungkap! Kisah Ayah Santriwati yang Berani Buka Suara soal Dugaan Pencabulan Kiai Ashari
- Rasakan Kesegaran Baru, CFD di Jalan Rasuna Said Sambut HUT Jakarta ke-499!
- Kasus Pelecehan Turis Jepang di Labuan Bajo Berakhir Damai Lewat Kearifan Lokal
- Gunung Dukono Erupsi Hebat, Kolom Abu Capai 10 Km! Ini Imbauan Resmi PVMBG

Densus 88 Gandeng Kampus Lawan Radikalisme dan Intoleransi di Kalangan Mahasiswa
diupdate.id - Radikalisme dan intoleransi menjadi ancaman nyata yang terus mengintai generasi muda, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Untuk itu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bergerak cepat menjalin kerja sama dengan beberapa kampus demi mencegah penyebaran paham berbahaya ini.
Dialog Kebangsaan Sebagai Benteng Awal
Kamis, 7 Mei 2026, Densus 88 menggelar Dialog Kebangsaan di kampus STAIN Majene, Sulawesi Barat. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis agar mahasiswa dapat memahami dan menolak paham radikal, intoleransi, dan terorisme. Kepala Satgas Wilayah Densus 88 Sulawesi Barat AKBP Soffan Ansyari menekankan pentingnya peran kampus sebagai tempat pembentukan karakter kebangsaan yang kuat.
"Perguruan tinggi adalah benteng penting dalam menanamkan nilai kebangsaan sehingga paham-paham intoleran dan radikal tidak bisa berkembang," tegas Soffan.
Sinergi Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Pencegahan radikalisme bukan hanya tugas aparat keamanan, melainkan memerlukan sinergi semua elemen masyarakat. Kewaspadaan harus terus ditingkatkan terutama di ruang pendidikan agar celah-celah bagi berkembangnya terorisme ditutup rapat.
Kasubdit Kontra Radikal Densus 88, Kompol Ridjoko Suseno, menambahkan, pencegahan harus dimulai sejak dini dengan edukasi yang tepat, termasuk di dunia digital yang kini menjadi medium penyebaran paham radikal.
"Kami berharap mahasiswa menjadi agen perdamaian yang berperan aktif dalam mendeteksi dini penyebaran paham intoleran dan radikal," pungkas Ridjoko.
Dampak dan Pentingnya Edukasi Pencegahan
Melihat data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyebutkan sudah ada 112 anak terpapar radikalisme lewat permainan daring seperti Roblox, tindakan preventif menjadi sangat penting. Edukasi yang terus-menerus di lingkungan kampus diharapkan mampu membentengi mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh paham negatif yang bisa memecah belah bangsa.
Langkah Densus 88 menjadikan kampus sebagai mitra strategis mampu menciptakan ruang aman dan sehat bagi generasi muda untuk belajar dengan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta menjauhkan diri dari ancaman terorisme.
Ringkasan
Kampanye pencegahan radikalisme di kampus oleh Densus 88 Antiteror membuka jalan baru dalam memperkuat ketahanan ideologi bangsa. Sinergi antara aparat keamanan dan dunia pendidikan sangat krusial untuk menjaga persatuan dan memastikan generasi muda tumbuh dengan nilai yang positif, sehingga Indonesia tetap aman dan harmonis.
FAQ
Apa tujuan utama Densus 88 bekerja sama dengan kampus?
Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran paham radikalisme, intoleransi, dan terorisme di kalangan mahasiswa melalui edukasi dan dialog kebangsaan.
Mengapa kampus menjadi fokus dalam pencegahan radikalisme?
Karena kampus merupakan tempat strategis dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda, sehingga paham radikal sulit berkembang.
Densus 88 Antiteror menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.