DKI Kucurkan Rp253,6 Miliar, 103 Sekolah Swasta Gratis Siap Berjalan Tahun Ajaran 2026/2027

Baca juga

DKI Kucurkan Rp253,6 Miliar, 103 Sekolah Swasta Gratis Siap Berjalan Tahun Ajaran 2026/2027

DKI Kucurkan Rp253,6 Miliar, 103 Sekolah Swasta Gratis Siap Berjalan Tahun Ajaran 2026/2027

diupdate.id - Program sekolah swasta gratis di Jakarta semakin besar dan menyita perhatian publik. Bukan lagi sekadar wacana, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini menyiapkan anggaran hingga lebih dari Rp200 miliar untuk memastikan kebijakan ini bisa berjalan pada tahun ajaran 2026/2027.

Langkah tersebut menandai perluasan serius dalam akses pendidikan di ibu kota. Tahun ini, jumlah sekolah swasta yang masuk program bertambah 63 sekolah, sehingga totalnya menjadi 103 sekolah swasta gratis. Dengan skala sebesar itu, program ini diproyeksikan menjangkau 23.694 siswa.

Anggaran Rp253,6 Miliar untuk 103 Sekolah Swasta

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyebut anggaran yang dialokasikan untuk 103 sekolah swasta mencapai Rp253.625.139.600. Dana ini disiapkan agar sekolah-sekolah yang lolos seleksi bisa menjalankan pembelajaran tanpa memungut biaya dari peserta didik.

Menurut Nahdiana, Pemprov DKI tidak memilih sekolah secara sembarangan. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar sekolah swasta bisa masuk dalam program sekolah swasta gratis. Di antaranya adalah memiliki izin pendirian, Nomor Pokok Sekolah Nasional yang tercatat di Sistem Manajemen Data Pendidikan Nasional, serta telah melaporkan data sesuai kondisi riil setiap triwulan pada tahun berjalan.

Sekolah juga wajib terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan dan telah menjadi penerima bantuan operasional sekolah dari pemerintah pusat selama tiga tahun terakhir tanpa terputus. Selain itu, sekolah tidak boleh masuk dalam kategori satuan pendidikan kerja sama atau sistem penerimaan murid baru bersama.

Prioritas untuk Wilayah yang Minim Sekolah Negeri

Dalam program sekolah swasta gratis ini, Pemprov DKI juga memprioritaskan satuan pendidikan di kelurahan yang belum memiliki sekolah yang diselenggarakan pemerintah provinsi. Artinya, kebijakan ini tidak hanya soal gratis biaya, tetapi juga strategi pemerataan layanan pendidikan.

Syarat lain yang ditetapkan mencakup kesediaan mengikuti pendanaan pendidikan sesuai Peraturan Gubernur yang berlaku, serta memiliki rekening satuan pendidikan swasta atas nama sekolah sendiri di bank. Dari sisi jenjang, sekolah yang ikut harus menyelenggarakan proses belajar mengajar tanpa kelas terputus, mulai dari SD atau sederajat kelas 1 sampai kelas 6, SMP kelas 7 sampai kelas 9, hingga SMA/SMK kelas 10 sampai kelas 12.

Dampak bagi Keluarga dan Akses Pendidikan

Perluasan sekolah swasta gratis ini berpotensi membantu keluarga di Jakarta yang selama ini menghadapi biaya pendidikan cukup tinggi, terutama di wilayah dengan keterbatasan sekolah negeri. Dengan target hampir 24 ribu siswa, kebijakan ini dapat menjadi penopang penting bagi akses pendidikan yang lebih merata.

Meski demikian, efektivitas program sekolah swasta gratis tetap akan bergantung pada pengawasan, kesiapan sekolah, dan ketepatan penyaluran anggaran. Jika berjalan sesuai rencana, kebijakan ini bukan hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga memperkuat komitmen Jakarta dalam memperluas pendidikan inklusif.

Untuk saat ini, Pemprov DKI masih terus mematangkan implementasi program tersebut sebelum masuk tahun ajaran 2026/2027.

FAQ

Berapa anggaran program sekolah swasta gratis di DKI Jakarta?

Pemprov DKI menyiapkan Rp253.625.139.600 untuk 103 sekolah swasta gratis.

Berapa jumlah siswa yang diproyeksikan menerima manfaat?

Program ini diproyeksikan menjangkau 23.694 siswa.