Turunnya Harga Minyak Dunia, Apa Dampaknya pada Harga Pertamax?
Baca juga
- Kepatuhan Tinggi, Pintu Kembali Menang Penghargaan IRCA 2026
- FIFGROUP Raih Penghargaan Diamond di Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026
- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Berlangsung, BPS Kirim 251 Ribu Petugas ke Seluruh Indonesia
- Konflik AS-Iran Menurun, Apa Dampaknya bagi APBN Kita?
- Update Harga Emas Pegadaian: UBS, Antam, dan Galeri24 Meningkat Selasa Pagi

Harga Pertamax Bakal Turun Jika Minyak Dunia Melorot, Ini Penjelasannya!
diupdate.id - Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah harga Pertamax bisa turun ketika harga minyak dunia menurun? Jawabannya ternyata iya, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan hal tersebut pasti terjadi. Yuk, kenali bagaimana mekanisme penyesuaian harga BBM non-subsidi ini berpengaruh langsung pada dompet kita sehari-hari.
Mekanisme Penurunan Harga Pertamax
Pertamax termasuk dalam kategori bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang harga jualnya mengikuti perkembangan pasar dan harga keekonomian. Menurut juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax akan disesuaikan secara dinamis sesuai dengan pergerakan harga minyak mentah dunia.
"Ketika harga minyak mentah dunia turun, sudah bisa dipastikan bahwa harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax, juga akan turun," jelas Anggia dalam sebuah pernyataan resmi pada 17 Juni 2026 di Jakarta.
Penyesuaian Harga BBM di Tengah Perubahan Global
Selain penurunan, prinsip yang sama berlaku saat harga minyak dunia naik, di mana penyesuaian harga BBM non-subsidi harus dilakukan demi menjaga keseimbangan keekonomian. Pemerintah bahkan pernah berupaya menahan harga BBM non-subsidi agar daya beli masyarakat tetap terjaga, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto bekerjasama dengan BUMN dan sektor swasta.
Namun, dengan fluktuasi harga yang semakin dinamis, pelaku usaha BBM harus menyesuaikan harga agar sesuai dengan harga keekonomian global. Penyesuaian ini penting agar rantai pasok energi tetap stabil dan berkelanjutan.
Perbedaan BBM Subsidi dan Non-Subsidi
Perlu dipahami bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar subsidi dipertahankan oleh pemerintah untuk melindungi kelompok masyarakat rentan agar tidak terbebani kenaikan harga energi. Sedangkan BBM non-subsidi, termasuk Pertamax maupun Dex Series, mengikuti harga pasar dan perkembangan minyak dunia sehingga bersifat fluktuatif.
Dampak Penyesuaian Harga Pertamax
Penurunan harga Pertamax otomatis meringankan beban pengguna kendaraan yang menggunakan BBM non-subsidi, sehingga dapat menambah daya beli masyarakat terutama di kalangan menengah ke atas yang lebih banyak memakai Pertamax. Hal ini juga dapat sedikit meredam inflasi akibat biaya transportasi yang menurun.
Namun, perlu diingat bagi konsumen bahwa perubahan harga ini tidak selalu instan dan bisa menyesuaikan setelah harga minyak dunia stabil dalam waktu tertentu agar tidak menimbulkan gejolak pasar baru.
Ringkasan
Harga Pertamax dan BBM non-subsidi lainnya memang dipengaruhi langsung oleh harga minyak dunia. Ketika harga minyak mentah global turun, Kementerian ESDM memastikan akan ada penyesuaian turun pada harga Pertamax. Namun, harga BBM subsidi seperti Pertalite tetap dijaga stabil oleh pemerintah untuk melindungi masyarakat rentan. Penyesuaian harga ini penting agar harga BBM di Indonesia selalu mengikuti mekanisme pasar dan menjaga keseimbangan ekonomi nasional.
FAQ
Apakah harga Pertamax akan turun saat harga minyak dunia turun?
Ya, harga Pertamax yang termasuk BBM non-subsidi akan turun mengikuti harga minyak mentah dunia berdasarkan mekanisme pasar.
Apakah harga BBM subsidi juga ikut turun?
Tidak, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar subsidi tetap dipertahankan agar tidak membebani masyarakat rentan.