Hujan Deras di Magetan Bikin Bangunan SDN 2 Bendo Roboh, Truk Warga Ikut Tertimpa
Baca juga
- Prakiraan Cuaca Surabaya Jumat (3/4): Cerah hingga Berawan
- Harga Minyak Dunia Tembus 104,91 Dolar AS, Pakar Peringatkan APBN Bisa Terdampak
- KIA Siapkan Pikap Kabin Ganda Baru, Bakal Hadir dengan Teknologi EREV
- Kerja Sama UTB dan Pemkot Bandung Diperbarui, Ini Dampaknya untuk Mahasiswa
- inDrive Pertahankan Posisi Nomor Dua Dunia, Pengguna di Indonesia Ikut Menguat

Hujan Deras di Magetan Bikin Bangunan SDN 2 Bendo Roboh, Truk Warga Ikut Tertimpa
diupdate.id - Hujan deras yang mengguyur Magetan sejak sore hingga malam pada Minggu (12/4) meninggalkan dampak yang tak kecil. Salah satunya, bangunan SDN 2 Bendo di Desa Bendo, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, roboh dan sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar.
Meski peristiwa ini tidak menelan korban jiwa, reruntuhan bangunan justru menimpa sebuah truk milik warga yang sedang terparkir di samping sekolah. Kasus ini menjadi pengingat bahwa bangunan tua yang tak lagi kuat bisa sangat rentan saat cuaca ekstrem datang tiba-tiba.
Diduga Sudah Lapuk dan Diperparah Hujan Deras
Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, menjelaskan bahwa robohnya bangunan SDN 2 Bendo diduga kuat dipicu kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk. Hujan deras yang turun berjam-jam disebut mempercepat runtuhnya bagian bangunan tersebut.
“Truk tersebut mengalami kerusakan kategori sedang di beberapa bagian badan kendaraan, karena tertimpa reruntuhan bangunan,” kata Eka, Senin (13/4).
Kerusakan pada truk itu memang tidak sampai menimbulkan korban, tetapi tetap memunculkan kerugian bagi pemilik kendaraan, Iskandar (55), warga setempat. Dalam situasi seperti ini, risiko bukan hanya ada pada bangunan yang ambruk, tetapi juga pada aset warga yang berada di sekitarnya.
BPBD Langsung Turun Tangan
Setelah laporan warga diterima, BPBD Magetan segera mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops-PB ke lokasi. Petugas langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah, warga, serta Disdikpora Magetan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Pembersihan material bangunan dilakukan pada Senin pagi dengan melibatkan petugas BPBD, pihak sekolah, dan warga. Mereka bergotong royong mengevakuasi puing-puing yang menutup area sekitar sekolah.
Selain membersihkan lokasi, petugas juga mensterilkan area kejadian dan memasang pembatas. Langkah ini penting agar warga, terutama anak-anak, tidak mendekat ke area yang masih berpotensi membahayakan.
Waspada Bangunan Tua Saat Cuaca Ekstrem
Peristiwa ini menunjukkan bahwa bangunan lama membutuhkan perhatian ekstra, apalagi saat hujan lebat dan cuaca ekstrem terus terjadi. Jika tidak dicek secara berkala, kerusakan kecil bisa berubah menjadi kejadian besar seperti bangunan SDN 2 Bendo yang roboh ini.
Bagi warga, kejadian tersebut juga menjadi pengingat untuk lebih berhati-hati memarkir kendaraan di dekat bangunan tua atau konstruksi yang sudah terlihat rapuh. Sementara bagi pihak terkait, peristiwa ini bisa menjadi dorongan untuk mempercepat pengecekan fasilitas umum agar kejadian serupa tidak terulang.
Untuk saat ini, penanganan di lokasi sudah dilakukan dan situasi telah diamankan. Meski begitu, bangunan SDN 2 Bendo tetap menjadi sorotan karena memperlihatkan betapa besar risiko yang bisa muncul ketika bangunan tua bertemu cuaca ekstrem.
Dengan tidak adanya korban jiwa, kejadian ini memang bisa dibilang berhasil ditangani dengan cepat. Namun, kerusakan pada truk warga dan robohnya fasilitas sekolah tetap menjadi catatan penting bagi upaya pencegahan di Magetan ke depan.
FAQ
Apakah ada korban jiwa dalam kejadian ini?
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa robohnya bangunan SDN 2 Bendo di Magetan.
Apa dampak langsung dari robohnya bangunan tersebut?
Reruntuhan bangunan menimpa satu truk warga dan menyebabkan kerusakan kategori sedang pada beberapa bagian kendaraan.