Inisiatif Terbesar Tangani Kekurangan Vaksinasi Anak, Lebihi 100 Juta Dosis Tersalurkan
Baca juga
- Viral Hoax Pemerkosaan di Epsom dan Dampaknya pada Masyarakat
- Ancaman Militer Terhadap Penerbangan Sipil Meningkat, Peringatan Mendesak dari Kepala ICAO
- Banjir Bandang Mengancam Warga Everest, Sistem Peringatan Tidak Terurus Sejak 2016
- Veteran Falklands Simon Weston Harapkan Raja Inggris Dapat Membujuk Trump untuk Mundur
- Terungkap! Skandal di Balik Eks CEO Acara Pride Terbesar Inggris
Inisiatif Terbesar Tangani Kekurangan Vaksinasi Anak, Lebihi 100 Juta Dosis Tersalurkan
diupdate.id - Pernahkah Anda membayangkan ada jutaan anak yang tidak pernah mendapatkan vaksinasi dasar? Lebih dari 18 juta anak berusia 1 sampai 5 tahun di 36 negara kini telah menerima vaksin lewat sebuah program ambisius bernama The Big Catch-Up.
Gagasan Besar The Big Catch-Up
Dimulai pada Pekan Imunisasi Dunia 2023, program ini menargetkan anak-anak yang selama ini tidak tersentuh vaksinasi rutin, baik karena pandemi COVID-19 maupun kendala akses di daerah konflik atau terpencil. Hingga Maret 2026, lebih dari 100 juta dosis vaksin telah diberikan kepada 18,3 juta anak. Dari angka ini, sekitar 12,3 juta adalah anak 'zero-dose' yang belum pernah mendapat vaksin, sementara 15 juta belum pernah menerima vaksin cacar (campak).
Tidak hanya itu, program ini juga memberikan 23 juta dosis vaksin polio inaktif (IPV) guna mendukung upaya eradikasi polio global. Target akhir adalah menjangkau minimal 21 juta anak yang kurang atau tidak mendapatkan imunisasi sebelumnya, dan hasil sementara menunjukkan bahwa target ini hampir tercapai.
Mengatasi Kesenjangan Vaksinasi
The Big Catch-Up menyoroti pentingnya menutup kesenjangan vaksinasi, terutama di negara-negara Afrika dan Asia yang menjadi 60% dari total anak tanpa vaksin di dunia. Banyak anak ini hidup di komunitas yang rentan, termasuk daerah konflik dan wilayah kurang terlayani, yang memperparah masalah tidak tercapainya perlindungan dasar melalui vaksin.
Program ini tidak hanya fokus pada bayi, tetapi secara inovatif mengidentifikasi dan memvaksinasi anak usia 1 sampai 5 tahun yang tertinggal imunisasi. Hal ini dilakukan melalui perbaikan sistem imunisasi rutin, pelatihan tenaga kesehatan, serta keterlibatan komunitas guna memastikan cakupan vaksinasi meningkat dan berkelanjutan.
Dampak dan Analisa
Pemberian vaksin secara merata dan tepat waktu merupakan kunci melindungi generasi penerus dari penyakit berbahaya. Inisiatif The Big Catch-Up membantu mengurangi celah imunisasi yang melebar akibat pandemi dan faktor sosial ekonomi. Meski begitu, para ahli menekankan pentingnya penguatan program imunisasi rutin agar kejadian penyakit yang dapat dicegah vaksin tidak lagi menjadi ancaman masa depan.
Untuk Indonesia dan negara lain, program ini menjadi pelajaran penting bahwa intervensi besar dan terintegrasi sangat dibutuhkan untuk mencapai kekebalan komunitas secara menyeluruh, terutama bagi anak-anak yang sebelumnya terlewatkan.
Ringkasan
Inisiatif The Big Catch-Up telah berhasil mendistribusikan lebih dari 100 juta dosis vaksin kepada puluhan juta anak yang selama ini tidak mendapatkan vaksinasi penting di berbagai negara. Program ini membuka jalan untuk mencapai target imunisasi global sekaligus menekankan perlunya perbaikan berkelanjutan pada layanan imunisasi rutin di seluruh dunia.
FAQ
Apa itu program The Big Catch-Up?
Program besar yang bertujuan memberikan vaksinasi kepada anak-anak yang terlewatkan akibat pandemi dan kendala akses, untuk menutup kesenjangan imunisasi global.
Berapa jumlah anak yang sudah menerima vaksin lewat inisiatif ini?
Lebih dari 18,3 juta anak di 36 negara telah menerima vaksin melalui program ini sejak 2023 hingga 2026.
vaksinasi anak menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.