Mengungkap Kisah Hijrah Pertama: Raja Nasrani Aksum Sambut Hangat Para Sahabat Nabi
Baca juga
- Mendy Akui Senegal Terhambat Strategi Saat Ditaklukkan Prancis di Piala Dunia 2026
- Aktivitas Sesar Lokal Picu Gempa Dahsyat di Palu: Apa Penyebab dan Dampaknya?
- Apa Dampak Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun di UK? Simak Penjelasan Lengkapnya
- Ancaman Pemangkasan Operasi Militer Inggris Jika Anggaran Tidak Bertambah
- Kapal Perang Rusia Tembakkan Peringatan ke Kapal Pesiar Inggris di Selat Inggris

Mengungkap Kisah Hijrah Pertama: Raja Nasrani Aksum Sambut Hangat Para Sahabat Nabi
diupdate.id - Pernahkah Anda membayangkan bagaimana awal perjalanan hijrah umat Islam yang menandai babak baru dalam sejarah Islam? Tidak seperti hijrah ke Madinah yang lebih dikenal, hijrah pertama ke Habasyah dari tahun 615 Masehi menyimpan kisah mengharukan tentang perlindungan dan penerimaan luar biasa dari seorang raja Nasrani di Afrika.
Awal Hijrah Umat Islam ke Kerajaan Aksum
Segelintir sahabat Nabi, dipimpin oleh Utsman bin Maz'un, menempuh perjalanan jauh melintasi Laut Merah sampai tiba dengan selamat di kerajaan yang dikenal adil dan penuh toleransi itu. Raja an-Najasyi bukan hanya menerima mereka, melainkan memberikan perlindungan hingga akhirnya umat Islam bisa menetap dengan aman.
Perlindungan dan Tantangan Sesudahnya
Tiga bulan setelah kedatangan mereka, kabar beredar bahwa di Makkah umat Islam telah diterima dengan baik. Beberapa sahabat yang percaya pada kabar ini pun pulang. Namun, kabar tersebut belum dikonfirmasi dan ternyata bohong; tekanan dan penganiayaan terhadap umat Islam tetap berlangsung. Akhirnya, gelombang hijrah kedua terjadi, dengan sekitar 80 sahabat yang kembali menetap di Aksum demi keselamatan mereka.
Kehebohan ini tak luput dari perhatian kaum Quraisy yang berusaha mengusir para sahabat Nabi dari Aksum dengan mengirimkan utusan resmi ke Raja an-Najasyi. Sayangnya bagi mereka, sang raja justru menolak permintaan tersebut, menunjukkan sikap adil dan toleransi terhadap para pengungsi Islam.
Tambah Nilai: Mengapa Kerajaan Aksum Penting dalam Sejarah Islam?
Kerajaan Aksum bukan hanya tempat hijrah pertama umat Islam, melainkan juga simbol toleransi beragama di tengah masa sulit. Sikap humanis Raja an-Najasyi terhadap sahabat Nabi mengajarkan bahwa keberagaman dapat dirayakan dan dilindungi, bahkan saat dunia dilanda konflik keagamaan dan politik.
Dampak Hijrah Pertama dalam Perjalanan Islam
Hijrah ke Aksum membuka babak penting dalam pengembangan dakwah Islam. Selain menjadi contoh keberanian dan keimanan para sahabat, peristiwa ini menguatkan jaringan persaudaraan lintas budaya dan wilayah. Raja an-Najasyi sendiri kemudian dikenal sebagai salah satu penguasa non-Muslim pertama yang menunjukkan dukungan moral terhadap Islam.
Ringkasan
Kisah hijrah pertama umat Islam ke Kerajaan Aksum di bawah Raja an-Najasyi menandai momen penting yang penuh hikmah dan toleransi. Dari perjalanan sulit yang diwarnai penganiayaan di Makkah hingga sambutan hangat di tanah Afrika, perjalanan ini menunjukkan kekuatan iman sekaligus pentingnya sikap terbuka dan perlindungan terhadap sesama manusia. Sebuah kisah yang tidak hanya penting bagi sejarah Islam, tetapi juga pelajaran universal tentang kemanusiaan dan perdamaian.
FAQ
Siapa Raja an-Najasyi dalam sejarah Islam?
Raja an-Najasyi adalah penguasa Kerajaan Aksum yang memberikan perlindungan kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW saat hijrah pertama umat Islam ke Habasyah.
Mengapa umat Islam hijrah ke Kerajaan Aksum?
Umat Islam hijrah ke Kerajaan Aksum untuk menghindari penganiayaan dan tekanan dari kaum Quraisy di Makkah, dengan mencari perlindungan di negeri yang dikenal adil dan toleran.