763 Kg Ikan Sapu-Sapu Diangkat dari Jakarta Timur, Ini Dampaknya bagi Sungai
Baca juga
- Korlantas Hadiri Upacara Adat di Besakih, Harap Kemala Run 2026 Berjalan Lancar
- Dirgahayu Kopassus! Simak Makna di Balik Lambang dan Semboyan Pasukan Elite
- UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Terduga Chat Mesum, Langkah Tegas Jaga Integritas Akademik
- Hampir 2.000 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Demonstrasi Buruh di Depan DPR
- Terungkap! Kuasa Hukum Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar Demi Bongkar Dalang Video Hoaks

Operasi Serentak di 10 Kecamatan, 763 Kg Ikan Sapu-Sapu Berhasil Diangkat di Jakarta Timur
diupdate.id - Angka 763 kilogram ikan sapu-sapu yang diangkat dari perairan Jakarta Timur bukan sekadar data tangkapan biasa. Jumlah itu justru menjadi sinyal bahwa masalah ikan invasif di wilayah ini sudah berada pada level yang perlu penanganan serius.
Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan operasi serentak di 10 kecamatan untuk menangkap ikan sapu-sapu yang dinilai semakin meresahkan. Rekap sementara hingga Jumat pukul 08.45 WIB menunjukkan total tangkapan mencapai 763 kilogram atau 7,63 kuintal.
Ratusan Kilogram Terkumpul dari Banyak Titik
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menyampaikan bahwa hasil tersebut dihimpun sejak Kamis (16/4) sore. Dari seluruh lokasi, Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung di Cililitan, Kramat Jati, menjadi salah satu titik dengan hasil paling besar.
Di kawasan itu saja, petugas mengangkat sekitar 200 kilogram ikan sapu-sapu sejak operasi dimulai. Sementara itu, laporan dari sembilan lokasi lain masih menunggu rekap lengkap sebelum hasil akhirnya diumumkan.
Melibatkan 150 Personel Gabungan
Operasi penangkapan ikan sapu-sapu ini melibatkan sedikitnya 150 personel gabungan di satu titik. Unsur yang terlibat terdiri dari pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kelurahan, dan kecamatan. Partisipasi warga juga membantu mempercepat proses di lapangan.
Skala operasi ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya melihat persoalan ikan sapu-sapu sebagai kegiatan pembersihan rutin, tetapi sebagai langkah pengendalian lingkungan. Sebab, ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sungai.
Dampak bagi Lingkungan Sungai
Jika populasinya terus dibiarkan tumbuh, ikan sapu-sapu berpotensi menekan keberadaan ikan lokal dan mengubah kondisi alami perairan. Karena itu, penangkapan massal seperti ini menjadi salah satu cara untuk menahan laju penyebarannya, meski hasil jangka panjangnya tetap bergantung pada konsistensi pengawasan.
Besarnya tangkapan dalam waktu singkat juga bisa dibaca sebagai peringatan bahwa masalah ini tidak lagi kecil. Jakarta Timur kini berhadapan dengan tantangan menjaga kebersihan dan kesehatan sungai agar ekosistemnya tidak makin terganggu.
Dengan operasi serentak ini, Pemkot Jakarta Timur berharap upaya pengendalian ikan sapu-sapu dapat terus dilakukan secara lebih terukur. Jika tidak, populasi ikan invasif tersebut berpotensi kembali meningkat dan memperberat beban pengelolaan sungai di ibu kota.
FAQ
Mengapa ikan sapu-sapu perlu ditangkap massal?
Karena ikan ini merupakan spesies invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sungai.
Berapa total ikan sapu-sapu yang sudah ditangkap di Jakarta Timur?
Rekap sementara menunjukkan 763 kilogram atau 7,63 kuintal.