Ancaman Generasi Hilang: Peluang Kerja dan Pendidikan untuk Pemuda Terus Menyusut
Baca juga
- Ukraina Maksimalkan Drone AI untuk Hancurkan Konvoi Logistik Rusia di Wilayah Pendudukan
- Tragis! Kecepatan 130mph di Zona 30: Dua Remaja Dihukum Setelah Kecelakaan Mematikan
- Tragedi Jatuh dari Gedung Tinggi di Elephant and Castle, Tiga Orang Tewas Termasuk Anak-anak
- Lampu Hias Berwarna-warni Memeriahkan Perayaan Waisak di Bundaran HI Jakarta
- Inspektorat Awasi Ketat Pelayanan Haji di Mina hingga Hari Tasyrik Berakhir
Ancaman Generasi Hilang: Peluang Kerja dan Pendidikan untuk Pemuda Terus Menyusut
diupdate.id - Bayangkan masa depan di mana satu dari enam anak muda berusia 16-24 tahun tidak memiliki pekerjaan, pendidikan, maupun pelatihan. Sebuah laporan penting baru-baru ini mengungkap risiko besar bahwa hal ini dapat menjadi kenyataan di Inggris dalam lima tahun ke depan.
Laporan yang dipimpin oleh mantan menteri Alan Milburn menyoroti sebuah "badai sempurna" yang sedang mengancam generasi muda, dengan peluang kerja dan pendidikan yang justru menurun, bukan bertambah. Saat ini saja, lebih dari satu juta pemuda sudah tidak terlibat dalam pendidikan, pekerjaan, ataupun pelatihan (Neet), angka tertinggi dalam 12 tahun terakhir.
Mengapa Peluang Pemuda Semakin Menyusut?
Menurut laporan, sistem pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan saat ini gagal mempersiapkan pemuda dengan baik menghadapi kehidupan dewasa. Fakta mengejutkan lainnya adalah enam dari sepuluh Neet belum pernah memiliki pekerjaan sama sekali, padahal 84% dari mereka sangat ingin mendapatkan pekerjaan atau pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa keinginan untuk berkontribusi di dunia kerja tetap tinggi, namun peluang terbatas dan persaingan ketat membuat harapan itu sulit terwujud.
Selain itu, lapangan pekerjaan entry-level menurun drastis selama 20 tahun terakhir, lebih dari 1,6 juta posisi menengah dan rendah hilang, termasuk lowongan di sektor perhotelan yang menurun separuh dalam empat tahun terakhir. Pemuda seringkali harus mengirim banyak lamaran tanpa mendapat respons, yang akhirnya melemahkan semangat dan membuat banyak yang merasa putus asa.
Dampak dan Tantangan Masa Depan
Implikasi ekonomi dari meningkatnya jumlah Neet sangat besar. Laporan memperkirakan biaya kerugian potensial negara mencapai 125 miliar poundsterling per tahun, termasuk hilangnya potensi ekonomi dan pendapatan pajak, serta meningkatnya pengeluaran untuk kesehatan dan tunjangan sosial. Lebih dari itu, kerusakan "scarring" ekonomi yang dialami akibat pengangguran jangka panjang mengancam masa depan kerja generasi ini.
Pentingnya laporan ini juga mendapat perhatian dari kalangan pemerintahan. Perdana Menteri Keir Starmer menyebutnya "membuat sadar" dan berjanji akan bekerja sama dengan Milburn untuk mengatasi masalah ini. Begitu pula Menteri Ketenagakerjaan Pat McFadden yang melihat temuan tersebut sebagai panggilan tegas untuk bertindak.
Ringkasan
Laporan ini memperingatkan bahwa peluang kerja dan pendidikan untuk pemuda Inggris justru menyusut, bukan bertambah. Dengan lebih dari satu juta pemuda saat ini yang tidak bekerja atau sekolah, serta proyeksi naiknya angka pengangguran dan ketiadaan pelatihan, generasi muda menghadapi tantangan serius yang membutuhkan perhatian segera. Perubahan sistem dan dukungan nyata sangat dibutuhkan agar "generasi hilang" ini dapat kembali memiliki masa depan yang cerah dan produktif.
FAQ
Apa itu generasi Neet?
Generasi Neet adalah kelompok pemuda yang tidak sedang bekerja, bersekolah, atau mengikuti pelatihan atau magang.
Berapa jumlah pemuda Neet di Inggris saat ini?
Menurut laporan, ada sekitar 1.012.000 pemuda Neet atau sekitar 13,5% dari total pemuda di Inggris pada awal 2026.
peluang kerja pemuda menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.