Arief Kamaruddin Ingin Pagari Ciliwung, Ini Alasan di Balik Keinginannya
Baca juga
- 7.883 Titik Panas Muncul, Kalbar Perketat Antisipasi Karhutla
- KLH Salurkan Lebih dari 2.000 Tong Sampah ke Kalsel, Dorong Warga Mulai Pilah Sampah dari Rumah
- Pencabutan Izin 28 Perusahaan Pascabencana Sumatera Dipersoalkan, Ini Alasannya
- Volume Sampah di TPA Kopiluhur Cirebon Melonjak 5 Persen Pasca Lebaran 2026, Apa Dampaknya?
- Menhut Raja Juli Antoni Bahas Kerja Sama Karbon dan Konservasi Komodo

Arief Kamaruddin Ingin Pagari Ciliwung, Ini Alasan di Balik Keinginannya
diupdate.id - Bayangkan jika bantaran Sungai Ciliwung bisa lebih terlindungi dari tekanan pembangunan dan aktivitas yang merusak. Gagasan itulah yang disampaikan pegiat lingkungan sekaligus konten kreator Arief Kamaruddin ingin pagari Ciliwung dengan cara yang cukup unik: membeli tanah di sekitar aliran sungai itu jika suatu saat ia menjadi sangat kaya.
Keinginan tersebut memang terdengar sederhana, tetapi menyimpan pesan yang cukup besar. Dalam konteks ini, Arief tidak sedang berbicara soal pagar fisik semata, melainkan upaya menjaga wilayah pinggiran sungai agar tetap punya ruang untuk fungsi ekologisnya. Saat bantaran sungai dibiarkan sempit atau terbangun liar, risiko banjir, sedimentasi, dan kerusakan lingkungan biasanya ikut meningkat.
Ingin Melindungi Wilayah Pinggiran Sungai
Menurut ringkasan pernyataannya, Arief membayangkan langkah membeli lahan di sekitar Ciliwung sebagai cara untuk “memagari” area tersebut. Maksudnya, wilayah itu bisa dijaga dari alih fungsi yang tidak terkendali. Meski belum ada detail lebih lanjut soal lokasi tanah atau rencana teknisnya, ide ini menunjukkan perhatian besar terhadap kondisi sungai yang selama ini menjadi salah satu isu lingkungan penting di Jakarta dan sekitarnya.
Arief juga dikenal aktif sebagai konten kreator, sehingga pesan seperti ini kemungkinan ingin ia sampaikan agar lebih mudah diterima publik. Ketika isu lingkungan dikemas lewat narasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, pembahasannya bisa menjangkau audiens yang lebih luas.
Dampak dan Makna dari Gagasan Ini
Secara praktis, gagasan Arief Kamaruddin ingin pagari Ciliwung bisa dibaca sebagai simbol kepedulian terhadap ruang hijau dan sempadan sungai. Jika bantaran sungai dijaga dengan baik, manfaatnya bukan hanya untuk ekosistem air, tetapi juga bagi warga di sekitarnya. Kawasan yang tertata berpotensi membantu mengurangi tekanan pada aliran sungai saat hujan deras.
Namun, karena ini masih sebatas keinginan pribadi yang disampaikan dalam konteks “jika suatu saat menjadi orang kaya raya”, rencana tersebut belum tentu akan terwujud. Detail soal pembelian lahan, mekanisme pengelolaan, maupun dampaknya belum dikonfirmasi.
Pada akhirnya, ide Arief menjadi pengingat bahwa perlindungan sungai tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar. Kadang, pesan sederhana dari publik figur atau pegiat lingkungan justru bisa memicu perhatian baru terhadap persoalan yang lama terabaikan. Dan dalam kasus ini, Ciliwung kembali mendapat sorotan sebagai sungai yang butuh lebih dari sekadar kepedulian sesaat.
FAQ
Apa maksud Arief Kamaruddin ingin pagari Ciliwung?
Maksudnya adalah ia ingin membeli tanah di sekitar Ciliwung agar wilayah pinggir sungai bisa lebih terlindungi.
Apakah rencana itu sudah pasti akan dilakukan?
Belum. Dalam ringkasan yang tersedia, itu masih berupa keinginan jika suatu saat Arief menjadi sangat kaya.