Gubernur Pramono Anung Resmikan Pengolahan Sampah Jadi Pupuk di Pasar Kramat Jati
Baca juga
- PGN Ubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai, Dorong Ekonomi Sirkular Indonesia
- AXA dan Langit Biru Pertiwi Kompak Bersihkan Sampah Plastik di Pulau Damar
- Pakar UGM Ingatkan Ancaman Kebakaran Hutan Saat Kemarau Panjang El Nino 2026
- Ahmad Luthfi Pimpin Gerakan Run for Rivers, Bersihkan Sampah di Pekalongan
- Musim Kemarau 2026: Pemerintah dan APP Group Bersinergi Tangani Risiko Karhutla

Inovasi DKI Jakarta: Pengolahan Sampah Organik Jadi Pupuk di Pasar Kramat Jati
diupdate.id - Menjaga kebersihan sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di tengah kota besar seperti Jakarta menjadi tantangan tersendiri. Kini, Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah nyata dengan mengoperasikan alat pengolah sampah organik menjadi pupuk di Pasar Kramat Jati, sebuah inovasi yang bisa menjadi contoh pengelolaan sampah pasar lainnya.
Alat Pengolah Sampah Organik di Pasar Kramat Jati Mulai Beroperasi
Senin (11/5), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peninjauan di Pasar Area 7 Kramat Jati, Jakarta Timur, tempat alat pengolah sampah organik yang mampu mengubah limbah pasar menjadi pupuk kompos mulai digunakan. Inisiatif ini menyasar pengurangan volume sampah pasar yang biasanya menumpuk dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar.
Manfaat dan Cara Kerja Alat Pengolah Sampah Ini
Pengolahan sampah organik dengan teknologi ini memungkinkan sampah pasar seperti sisa sayuran dan buah yang tidak terjual diolah menjadi pupuk kompos berkualitas. Pupuk tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung program penghijauan atau bahkan didistribusikan ke komunitas pertanian urban di Jakarta. Dengan sistem pengolahan modern, proses ini lebih efisien dan higienis, mengurangi bau serta membatasi penyebaran hama.
Dampak Positif bagi Lingkungan dan Masyarakat
Langkah ini bukan hanya soal meminimalisir sampah, tetapi juga menciptakan siklus ekonomi hijau yang bermanfaat. Dengan pengurangan tumpukan sampah organik di pasar, risiko pencemaran lingkungan berkurang drastis serta mengurangi emisi gas rumah kaca dari pembusukan sampah yang dibiarkan terbengkalai. Secara sosial, pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah ini juga dapat meningkatkan kesadaran lingkungan dan menciptakan lapangan kerja baru.
Ringkasan
Operasional alat pengolah sampah organik di Pasar Kramat Jati merupakan langkah berani Pemprov DKI Jakarta dalam membawa solusi nyata pengelolaan sampah urban. Selain membuat pasar lebih bersih, inovasi ini menyediakan pupuk alami yang berguna bagi keberlanjutan kota. Jika terus dikembangkan, metode ini berpotensi menjadi blueprint pengelolaan sampah serupa di pasar-pasar lainnya di ibu kota.
FAQ
Apa tujuan alat pengolah sampah di Pasar Kramat Jati?
Tujuannya adalah mengubah sampah organik dari pasar menjadi pupuk kompos untuk mengurangi limbah dan mendukung lingkungan lebih bersih.
Siapa yang meninjau pengoperasian alat ini?
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang meninjau langsung pengolahan sampah tersebut pada 11 Mei 2026.