Pakar UGM Ingatkan Ancaman Kebakaran Hutan Saat Kemarau Panjang El Nino 2026

Baca juga

Pakar UGM Ingatkan Ancaman Kebakaran Hutan Saat Kemarau Panjang El Nino 2026

Pakar UGM Ingatkan Ancaman Kebakaran Hutan Saat Kemarau Panjang El Nino 2026

diupdate.id - Musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan kering tahun ini bukan sekadar perubahan cuaca biasa. Fenomena El Nino yang diperkirakan datang pada 2026 membawa peringatan serius tentang potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin mengintai Indonesia. Bagaimana kesiapan kita menghadapi ancaman ini?

El Nino dan Risiko Kebakaran Hutan Meningkat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa pada akhir Maret 2026, sekitar 7 persen Zona Musim (ZOM) sudah memasuki fase kemarau yang lebih kering dari biasanya. Situasi ini memperparah risiko kebakaran karena biomassa tanaman dan hutan menjadi lebih mudah terbakar. Namun, Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Fiqri Ardiansyah, menekankan bahwa faktor manusia memegang peranan penting dalam pemicu karhutla.

“Meski El Nino meningkatkan risiko alami, penyebab utama kebakaran tetap dari penggunaan api yang tidak terkendali dalam pengelolaan lahan,” ujarnya.

Pemicu Karhutla: Kebiasaan Tebas Bakar Tanpa Pengamanan

Fiqri menjelaskan bahwa metode slash and burn masih populer karena dianggap cepat dan murah. Namun, praktik ini sering dilakukan tanpa tindakan pengamanan seperti firebreak atau pembatas api. Tanpa sekat bakar ini, api sangat mudah menyebar ke area hutan sekitarnya, bahkan ke lapisan gambut yang sangat rentan terbakar dalam waktu lama.

“Ini menunjukkan bahwa masalah kebakaran bukan sekadar soal pemadaman, tapi juga soal tata kelola lahan yang lebih baik di tingkat komunitas,” kata Fiqri.

Sinergi dan Mitigasi Jadi Kunci Menghindari Tragedi 2015

Fiqri juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pengelola kawasan hutan, perusahaan, dan masyarakat lokal. Tanpa sinergi ini, risiko kebakaran hebat yang pernah terjadi pada 2015 bisa terulang. Terlebih lagi, ekosistem gambut yang ada di Indonesia sangat mudah terbakar sampai ke bawah tanah, membuat api sulit dipadamkan dan dampaknya meluas.

Pemerintah dan masyarakat diimbau untuk segera menyiapkan langkah mitigasi dan pengelolaan risiko, terutama bagi petani dan pengolah lahan yang masih mengandalkan pembakaran sebagai metode utama.

Ringkasan

Kemarau panjang akibat fenomena El Nino pada 2026 menjadi alarm bagi Indonesia soal potensi kebakaran hutan dan lahan. Praktik pembakaran yang tidak terkendali dan kurangnya pengamanan teknis memperparah risiko ini. Sinergi antara berbagai pihak serta tata kelola yang baik sangat diperlukan untuk mencegah bencana karhutla yang merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

FAQ

Apa dampak El Nino terhadap kebakaran hutan di Indonesia?

El Nino menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang dan kering sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan karena lahan dan biomassa menjadi lebih mudah terbakar.

Mengapa metode tebas bakar berisiko tinggi menyebabkan karhutla?

Metode tebas bakar yang dilakukan tanpa pengamanan seperti pembuatan sekat bakar memungkinkan api menyebar dengan cepat ke area hutan sekitar, meningkatkan potensi kebakaran besar.