Bahaya Power Bank di Pesawat Meningkat, CAA Ingatkan Penumpang Pentingnya Aturan
Baca juga
- Pengelolaan Masjid Al-Aqsa Terancam Berubah, Akses Doa untuk Yahudi Resmi Dibuka
- Blokade Israel: Impian Haji Warga Gaza Terpaksa Gagal Lagi Setelah 3 Tahun Berturut-turut
- Kecewa Berat! Bocah-bocah Pelaku Pemerkosaan Remaja Terhindar dari Penjara, Apa Dampaknya?
- Gubernur Bali Terima Saran Penting dari World Bank untuk Atasi 5 Tantangan Utama
- Hujan Deras Picu Banjir di Cepu, BPBD Blora Sigap Tangani Warga Terdampak
Bahaya Power Bank di Pesawat Meningkat, CAA Ingatkan Penumpang Pentingnya Aturan
diupdate.id - Perlengkapan kecil seperti power bank memang sangat membantu kita mengisi daya perangkat elektronik saat bepergian, namun tahukah Anda bahwa benda ini sedang menjadi sumber masalah serius di dunia penerbangan? Badan pengawas penerbangan Inggris, Civil Aviation Authority (CAA), mengeluarkan peringatan soal risiko berbahaya penggunaan power bank di pesawat, yang bisa menyebabkan kebakaran hingga mengalihkan penerbangan.
Kejadian dan Aturan Penting Menyangkut Power Bank
Menurut CAA, banyak kasus kebakaran pesawat di seluruh dunia kini makin banyak yang disebabkan oleh power bank yang terlalu panas saat dibawa. Jonathan Nicholson dari CAA menekankan agar penumpang mematuhi aturan keras soal power bank demi mencegah bahaya yang bisa berakibat fatal.
Aturan utama dari CAA yang harus diketahui semua penumpang adalah sebagai berikut:
- Power bank wajib dibawa di kabin, tidak boleh dimasukkan ke dalam bagasi terdaftar (checked luggage).
- Setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa maksimal dua power bank.
- Power bank jangan digunakan atau diisi daya saat penerbangan berlangsung karena saat inilah risiko overheating tertinggi.
Kejadian terbaru yang menyorot betapa seriusnya bahaya ini terjadi pada penerbangan EasyJet dari Hurghada, Mesir ke London Luton, yang harus dialihkan ke Roma karena ada power bank di bagasi terdaftar. Semua penumpang harus menginap dan penerbangan lanjutnya tertunda.
Analisa: Mengapa Power Bank Berisiko dan Dampaknya pada Penerbangan
Power bank mengandung baterai lithium-ion berkapasitas besar yang jika rusak bisa memicu 'thermal runaway', yaitu kondisi baterai yang cepat panas dan bisa menyebabkan kebakaran hebat. Data dari UL Standards & Engagement menunjukkan rata-rata ada dua kejadian thermal runaway per minggu di penerbangan pada 2024, meningkat 15% dari tahun 2019.
Selain membahayakan keselamatan penerbangan, kejadian kebakaran akibat power bank juga mengganggu jadwal dan kenyamanan penumpang, seperti pengalihan penerbangan, pembatalan, atau keterlambatan. Petugas kabin sudah dilatih menangani situasi darurat seperti ini, tapi pencegahan tetap yang utama.
Pentingnya Kesadaran dan Kampanye Keselamatan
Survei CAA mengungkapkan lebih dari sepertiga penumpang mengetahui aturan tentang baterai lithium, tapi banyak yang tidak mengerti detailnya. Ini menjadi alasan utama CAA akan menggandeng maskapai meluncurkan kampanye edukasi musim panas ini agar semua penumpang bisa paham dan patuh aturan.
Jonathan Nicholson mengingatkan agar kita tidak hanya berhati-hati membawa power bank di pesawat, tapi juga saat aktivitas sehari-hari. Power bank yang terabaikan dan terbentur bisa rusak dan berpotensi membahayakan.
Ringkasan
Kesimpulannya, power bank memang membantu, tapi membawa dan menggunakannya di pesawat harus sangat diperhatikan demi keselamatan bersama. Mengikuti aturan CAA—bawa di kabin, maksimal dua unit, dan jangan diisi daya selama penerbangan—bisa mencegah risiko kebakaran yang berbahaya dan menghindarkan penerbangan dari gangguan besar. Kesadaran dan kepatuhan penumpang menjadi kunci menjaga keamanan dalam dunia penerbangan yang terus berkembang.
FAQ
Bolehkah membawa power bank dalam bagasi terdaftar pesawat?
Tidak, power bank harus dibawa di kabin dan tidak boleh dimasukkan ke bagasi terdaftar karena potensi risiko kebakaran.
Berapa jumlah maksimal power bank yang boleh dibawa oleh penumpang?
Penumpang diperbolehkan membawa maksimal dua power bank selama penerbangan.