Donald Trump Ancaman Tarif Berat untuk Inggris Gara-gara Pajak Digital
Baca juga
- Rusia Kritik Keras Langkah Nuklir Prancis, NATO Dinilai Jadi 'Blok Nuklir' yang Berbahaya
- AS Rilis Video Penangkapan Kapal Kargo Iran di Teluk, Ketegangan Meningkat
- Persaingan Ketat untuk Jadi Sekjen PBB ke-10: Apa Saja Dinamikanya?
- Tragedi Tembakan di Lebanon Selatan: Satgas Perdamaian PBB Terluka, Satu Tewas
- Pertemuan Taiwan-AS Picu Keresahan Beijing, Apa Dampaknya?

Donald Trump Ancaman Tarif Berat untuk Inggris Gara-gara Pajak Digital
diupdate.id - Ketegangan di antara dua sekutu lama, Amerika Serikat dan Inggris, kembali memanas. Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan memberlakukan tarif tinggi terhadap Inggris jika pemerintah London tidak mencabut kebijakan pajak digital yang menyasar perusahaan teknologi asal Amerika Serikat. Ancaman ini membuka babak baru dalam perseteruan ekonomi yang berdampak luas bagi hubungan kedua negara.
Asal Muasal Perseteruan Pajak Digital
Mulai 2020, Inggris mengenalkan Digital Services Tax (DST), pajak sebesar 2 persen yang dikenakan atas pendapatan perusahaan digital besar dari aktivitas pengguna di Inggris. Pajak ini secara khusus mengarah pada raksasa teknologi seperti Google, Apple, Meta, dan Amazon yang kebanyakan berpusat di AS. Inggris melihat pajak ini sebagai cara adil memastikan perusahaan teknologi besar membayar kontribusi pada layanan publik dan infrastruktur lokal yang mereka gunakan.
Pandangan Amerika Serikat terhadap DST
Washington menilai pajak ini sebagai diskriminatif dan tidak proporsional, karena membebani perusahaan-perusahaan teknologi AS secara berlebihan. Sebelumnya AS bahkan sempat menyiapkan langkah balasan terhadap beberapa negara yang menerapkan pajak serupa, meski kemudian menunda tindakan tersebut sambil menunggu negosiasi internasional di bawah kerangka OECD. Negosiasi ini berupaya menciptakan sistem pajak global yang lebih adil di tengah perkembangan pesat ekonomi digital.
Dampak dan Implikasi Ketegangan Dagang
Ancaman Donald Trump membawa potensi eskalasi konflik dagang antara dua negara sekutu yang selama ini relatif akrab. Jika tarif tinggi diberlakukan, tentu akan menimbulkan tekanan lebih besar pada perdagangan dan investasi lintas Atlantik. Selain itu, hal ini juga bisa memperlambat atau mengganggu proses negosiasi pajak internasional yang memang berjalan lambat dan rumit.
Sementara itu, Inggris tetap bersikukuh menjaga DST sebagai alat penting menyeimbangkan kewajiban pajak di era digital. Ketidaksepakatan seperti ini mencerminkan tantangan global dalam menyesuaikan aturan pajak tradisional dengan kenyataan bisnis teknologi yang semakin rumit dan tanpa batas wilayah.
Ringkasan
Perseteruan soal pajak digital ini menunjukkan bagaimana kebijakan ekonomi digital dapat menjadi sumber konflik internasional, khususnya antara negara dengan peran strategis dalam ekonomi global. Ancaman tarif dari Donald Trump terhadap Inggris menandai eskalasi ketegangan yang belum sirna, dan menggambarkan perjuangan kedua negara mencari keseimbangan antara kepentingan nasional dan kemitraan global di era digital.
FAQ
Apa itu Digital Services Tax (DST) Inggris?
DST adalah pajak sebesar 2 persen yang dikenakan atas pendapatan perusahaan digital besar dari aktivitas pengguna di Inggris, terutama menyasar raksasa teknologi AS.
Mengapa Amerika Serikat menentang pajak digital Inggris?
AS menilai DST diskriminatif karena secara tidak proporsional membebani perusahaan teknologi Amerika Serikat.