DPR Sambut Gencatan Senjata Iran-Israel, Sukamta Minta Perdamaian Permanen

Baca juga

DPR Sambut Gencatan Senjata Iran-Israel, Sukamta Minta Perdamaian Permanen

Gencatan Senjata Iran-Israel Disambut DPR, Sukamta Dorong Perdamaian Permanen dan Kemerdekaan Palestina

diupdate.id - Di tengah ketegangan yang terus membayangi Timur Tengah, kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel disambut sebagai angin segar. Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta, menilai langkah ini patut diapresiasi, tetapi belum cukup jika hanya berhenti sebagai jeda sementara. Menurutnya, dunia membutuhkan perdamaian yang benar-benar bertahan lama.

Sukamta menegaskan, gencatan senjata harus menjadi awal dari komitmen bersama untuk menahan diri dan menghentikan agresi antarnegara. Ia juga mengingatkan bahwa konflik global kini tidak hanya terjadi lewat serangan militer, tetapi juga dapat menjalar ke tekanan ekonomi dan energi yang efeknya langsung dirasakan masyarakat luas.

Harapan agar gencatan senjata tidak berhenti di atas kertas

Dalam pernyataannya, Sukamta menyambut baik kesepakatan tersebut, namun menekankan pentingnya pengawasan agar semua pihak benar-benar mematuhi isi perjanjian. Ia menyoroti catatan masa lalu, terutama terkait Israel, yang menurutnya kerap dinilai tidak konsisten dalam menjalankan kesepakatan sebelumnya, baik di Palestina maupun Lebanon.

Ia merujuk pada perkembangan terbaru ketika ratusan jiwa dilaporkan tewas akibat agresi Israel ke Lebanon pada Rabu, 7 April 2026, di tengah gencatan senjata antara AS dan Iran. Bagi Sukamta, fakta itu menjadi pengingat bahwa kesepakatan damai akan sia-sia jika tidak diiringi komitmen nyata dari semua pihak.

Indonesia dinilai punya kepentingan langsung

Sukamta juga menyoroti dampak konflik global bagi Indonesia. Menurutnya, ketegangan di kawasan strategis seperti Selat Hormuz bisa memengaruhi stabilitas energi, perdagangan, hingga daya beli masyarakat. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk terus aktif menjalankan diplomasi dan memperkuat peran Indonesia di forum internasional seperti ASEAN, Organisation of Islamic Cooperation, dan United Nations.

Di sisi lain, ia menilai Indonesia perlu memperkuat ketahanan nasional, khususnya di sektor energi dan ekonomi, agar tidak mudah terdampak gejolak luar negeri. Pandangan ini relevan karena konflik di luar kawasan sering kali berimbas pada harga kebutuhan, distribusi logistik, dan rasa aman publik.

Momentum menuju kemerdekaan Palestina

Lebih jauh, Sukamta berharap gencatan senjata ini bisa membuka jalan bagi penyelesaian konflik yang lebih luas, termasuk kemerdekaan Palestina. Menurutnya, perdamaian sejati bukan hanya berhenti pada penghentian tembakan, tetapi harus menghasilkan keadilan yang diakui dunia.

Ia menutup dengan harapan agar gencatan senjata benar-benar permanen, tidak ada lagi agresi antarnegara, dan hak-hak bangsa Palestina dapat terpenuhi melalui kemerdekaan yang sah. Bagi Sukamta, itulah ukuran perdamaian yang sesungguhnya: bukan sekadar diamnya senjata, melainkan hadirnya keadilan dan stabilitas yang tahan lama.

FAQ

Mengapa Sukamta menyambut gencatan senjata ini?

Karena ia menilai gencatan senjata bisa menjadi langkah awal menuju perdamaian yang lebih permanen, bukan hanya jeda konflik.

Apa kaitan konflik ini dengan Indonesia?

Menurut Sukamta, konflik global dapat memengaruhi energi, perdagangan, dan daya beli masyarakat Indonesia.