Gubernur Dedi Mulyadi Pangkas Fasilitas Gubernur untuk Perbaiki Gedung Sate dan Ruang Publik Bandung

Baca juga

Gubernur Dedi Mulyadi Pangkas Fasilitas Gubernur untuk Perbaiki Gedung Sate dan Ruang Publik Bandung

Gubernur Dedi Mulyadi Pangkas Fasilitas Gubernur untuk Perbaiki Gedung Sate dan Ruang Publik Bandung

diupdate.id - Seiring waktu, landmark bersejarah seperti Gedung Sate di Bandung butuh sentuhan perawatan, namun tanpa mengubah nilai warisannya. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah berani dengan memotong anggaran fasilitas gubernur—termasuk pengeluaran baju dinas hingga mobil dinas—untuk dialihkan pada penataan dan perawatan Gedung Sate serta ruang publik di sekitarnya.

Penataan Fokus pada Halaman dan Ruang Publik, Bukan Gedung Utama

Dedi menegaskan, penataan yang dilakukan tidak akan mengubah struktur utama Gedung Sate yang merupakan bangunan cagar budaya dan dilindungi undang-undang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat hanya melakukan perluasan dan penataan halaman Gedung Sate dengan tujuan mengintegrasikan kawasan tersebut dengan Lapangan Gasibu, sehingga menciptakan ruang terbuka publik yang lebih luas dan nyaman bagi warga Bandung.

"Ini bukan mengubah Gedung Sate. Warisan sejarah yang dilindungi tetap kami jaga," tegas Dedi pada Ahad (19/4/2026).

Perawatan Bangunan Heritage dengan Biaya Tidak Murah

Sebagai bagian dari penataan, Gedung Sate juga akan menjalani proses pemeliharaan, termasuk pengecatan ulang yang sudah lama tertunda. Proses ini harus melalui izin ketat dari Kementerian Kebudayaan untuk memastikan keaslian dan nilai historis tetap terjaga. Dedi mengakui, biaya untuk perawatan tersebut cukup mahal, bahkan cat yang digunakan harganya "bikin melongo". Namun, demi menjaga peninggalan sejarah dan menjadi kebanggaan bersama, biaya ini dianggap layak untuk dikeluarkan.

Dampak Positif Penataan Ruang Publik untuk Warga Bandung

Penataan ini diharapkan memperkuat fungsi Gedung Sate tidak hanya sebagai ikon sejarah tetapi juga sebagai pusat aktivitas masyarakat dengan ruang terbuka hijau yang terintegrasi. Dedi menyampaikan pengalaman sebelumnya di Purwakarta, saat ia menata Alun-Alun Kian Santang dan pendopo, yang sempat mendapat kritik namun kini menjadi ruang publik favorit.

Langkah penghematan anggaran pada fasilitas gubernur sekaligus menjadi contoh pengelolaan dana yang menempatkan kepentingan publik di depan uang berlebih pada fasilitas pejabat.

Ringkasan

Gubernur Dedi Mulyadi mengarahkan fokus penataan Gedung Sate pada pengembangan halaman dan penataan ruang publik agar terintegrasi dengan Lapangan Gasibu, tanpa merubah bangunan utama yang berstatus cagar budaya. Demi mendukung upaya ini, fasilitas gubernur termasuk anggaran baju dan mobil dinas dipangkas untuk dialihkan pada perawatan gedung heritage yang memerlukan biaya tinggi. Langkah ini diharapkan menciptakan kawasan yang lebih ramah dan dapat dinikmati masyarakat luas sebagai ruang terbuka hijau berkualitas di pusat Kota Bandung.

FAQ

Apakah bangunan utama Gedung Sate akan diubah?

Tidak, penataan hanya fokus pada penataan halaman dan ruang publik, bangunan utama Gedung Sate tetap dipertahankan sesuai aturan cagar budaya.

Mengapa anggaran fasilitas gubernur dipotong?

Untuk mengalihkan dana tersebut ke perawatan Gedung Sate dan penataan ruang publik agar lebih maksimal dan bermanfaat untuk masyarakat.

penataan Gedung Sate menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.