WCS 2026: Gubernur Pramono Dorong Lompatan Besar Jakarta
Baca juga
- Petugas PJLP Berenang di Kolam Bundaran HI, Ini Faktanya
- Aktivitas Sesar Lokal Picu Gempa Dahsyat di Palu: Apa Penyebab dan Dampaknya?
- WNI Korban Penganiayaan Dubes RI untuk Malaysia Angkat Suara: Apa Kata Mereka?
- Kasus Dorong Wanita di Depan Bus 2017 Kembali Terungkap: Pelaku Ditangkap Setelah 9 Tahun
- Guru di Blackpool Divonis Bersalah Atas Penyiksaan dan Pembunuhan Bayi Angkatnya

Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Global untuk Transformasi Jakarta
diupdate.id - Jakarta tengah mempersiapkan diri menyambut usia 500 tahun dengan langkah besar menuju transformasi sebagai kota global. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru-baru ini memanfaatkan momen World Cities Summit (WCS) 2026 di Singapura untuk membuka pintu kemitraan dengan kota-kota dunia demi memperkuat posisi Jakarta di kancah internasional.
Menjalin Kemitraan Strategis di World Cities Summit 2026
Dalam ajang WCS yang berlangsung pada 14–16 Juni 2026, Pramono Anung aktif menghadiri forum, bertemu dengan para pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, serta tokoh-tokoh penting seperti Menteri Pembangunan Nasional Chee Hong Tat dan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan. Melalui kesempatan ini, Jakarta memaparkan strategi pengembangan kota yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga memperhatikan kemudahan akses layanan untuk warga, mulai dari transportasi publik, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan kawasan.
Transportasi Publik Sebagai Kunci Layanan Kota Modern
Salah satu fokus utama dari transformasi Jakarta adalah penguatan transportasi publik Jakarta. Dengan cakupan layanan sudah mencapai 92,5 persen, Pemerintah Provinsi DKI mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,2 triliun pada 2026 untuk memperluas layanan Transjabodetabek. Selain itu, proyek pengembangan jaringan MRT akan diperpanjang hingga 46,5 kilometer pada 2034 dan LRT hingga 21,8 kilometer pada 2029. Pusat Transit-Oriented Development (TOD) baru di Dukuh Atas juga dipersiapkan pada 2027 bersama Shenzhen Metro guna mengintegrasikan lima moda transportasi secara optimal.
Dampak Kemitraan Global Bagi Ekonomi dan Investasi Jakarta
Perluasan kemitraan ini memiliki dampak strategis tidak hanya dari segi pengelolaan kota, tetapi juga dari sisi investasi. Pertemuan antara Gubernur Pramono dan PM Lawrence Wong membahas peluang investasi Singapura di sejumlah proyek besar Jakarta, khususnya pengembangan TOD dan fase berikutnya MRT Jakarta. Posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional dan salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara membuat investasi di kota ini memberikan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi area regional ASEAN dan Indonesia secara keseluruhan.
Ringkasan
Dengan menguatkan kemitraan kota global melalui forum internasional seperti WCS 2026, Jakarta berambisi mempercepat transformasi menuju kota yang lebih layak huni dan terintegrasi secara modern. Fokus pada layanan publik terutama di bidang transportasi publik dan pembangunan infrastruktur berbasis TOD menjadi strategi utama. Langkah ini akan membuka peluang investasi besar, mengerek posisi Jakarta di mata dunia, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga menjelang usia 500 tahun ibu kota ini.
FAQ
Apa tujuan Gubernur Pramono menghadiri World Cities Summit 2026?
Tujuan utama adalah memperluas kemitraan internasional bagi Jakarta untuk memperkuat posisi sebagai kota global serta membuka peluang investasi dan pertukaran pengalaman pengelolaan kota.
Apa fokus utama transformasi Jakarta yang dipaparkan Pramono Anung?
Fokus utama adalah penguatan layanan publik terutama transportasi publik, pengembangan infrastruktur seperti MRT dan LRT, serta pengembangan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD).
kemitraan kota global menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.