JAPFA Cetak Rekor Daur Ulang Air 94%, Beralih ke Energi Ramah Lingkungan
Baca juga
- Jakarta Gelar Pemadaman Lampu Selama Satu Jam untuk Dukung Hari Lingkungan Hidup
- TPA Sarimukti di Bandung Barat Terancam Penuh, Hanya Bisa Bertahan hingga Oktober 2026
- Perhutani dan Krakatau Posco Tanam 400 Pohon Endemik untuk Pulihkan Ekosistem Gunung Pinang
- El Niño Resmi Dimulai, Ancaman Cuaca Ekstrem dan Panas yang Membayangi 2027
- Hankook Indonesia Perkuat Perlindungan Pesisir Muara Gembong dengan Penanaman 13.000 Mangrove

JAPFA Perkuat Daur Ulang Air dan Energi Bersih, Langkah Nyata Hadapi Krisis Iklim
diupdate.id - Ketika perubahan iklim semakin mengancam kebutuhan dasar seperti air dan energi, bagaimana sebuah perusahaan besar mengatasi tantangan ini? PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk memberikan jawaban melalui inovasi pengelolaan sumber daya yang semakin efisien dan ramah lingkungan.
Peningkatan Daur Ulang Air Hingga 94% pada 2025
Di tengah risiko kelangkaan air yang kian nyata, JAPFA berhasil meningkatkan volume daur ulang air sebesar 94 persen pada 2025 dibandingkan 2023. Upaya ini tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional, tapi juga memperkuat ketahanan industri pangan yang sangat bergantung pada air bersih. JAPFA mengembangkan fasilitas daur ulang air, optimasi pemakaian, dan memanen air hujan di berbagai unit usahanya.
Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pengelolaan Limbah
Tidak berhenti pada pengelolaan air, JAPFA juga menekan limbah non-B3 dengan keberhasilan mengalihkan lebih dari 90 persen limbah sekitar 137 ribu ton dari tempat pembuangan akhir selama 2025. Pendekatan inovatif dilakukan melalui penggunaan kembali material, daur ulang, dan mengolah sisa unggas serta ikan yang tidak layak konsumsi menjadi produk bernilai tambah. Bahkan kotoran ternak diolah menjadi pupuk, mengurangi limbah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Mengurangi Ketergantungan pada Bahan Bakar Fosil
Sebagai komitmen terhadap energi bersih, JAPFA mengurangi penggunaan batu bara secara bertahap mulai 2025. Perusahaan beralih ke energi rendah emisi seperti gas alam dan biomassa berbahan bakar cangkang kemiri dan sawit. Energi dari biomassa kini mencapai 35 persen dari total kebutuhan. Selain itu, pemasangan panel surya berkapasitas 1,8 MWp mendukung supply energi terbarukan di fasilitas produksi mereka.
Dampak dan Analisa: Keberlanjutan sebagai Fondasi Bisnis
Langkah JAPFA menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar kewajiban lingkungan, tapi strategi bisnis yang penting di era perubahan iklim. Dengan mengaitkan kinerja perusahaan pada sistem keuangan hijau seperti Sustainability-Linked Bond (350 juta dolar AS) dan Sustainability-Linked Loan (Rp1,42 triliun), JAPFA memperkuat komitmennya sekaligus menarik minat investor terhadap model bisnis hijau dan inovatif.
Ini membuka wawasan baru untuk perusahaan lain bahwa mitigasi risiko iklim melalui teknologi ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya yang efisien adalah kunci agar dapat terus bertumbuh dan berkontribusi bagi kesejahteraan bersama.
Ringkasan
JAPFA mengukuhkan posisi sebagai pelopor pengelolaan air dan energi bersih di industri pangan Indonesia. Dengan peningkatan daur ulang air hingga 94 persen, pengelolaan limbah yang inovatif, serta peralihan ke energi bersih berbasis biomassa dan surya, JAPFA menunjukkan bahwa keberlanjutan bisa berjalan seiring dengan bisnis yang maju. Langkah ini jadi contoh bagi sektor industri lain untuk beradaptasi dan menekan resiko di tengah tantangan iklim global.
FAQ
Berapa peningkatan daur ulang air yang dicapai JAPFA pada 2025 dibanding 2023?
JAPFA berhasil meningkatkan daur ulang air sebesar 94 persen pada tahun 2025 dibandingkan dengan 2023.
Apa sumber energi baru yang digunakan JAPFA selain batu bara?
JAPFA beralih menggunakan energi rendah emisi seperti gas alam dan biomassa berbahan bakar cangkang kemiri dan sawit serta memasang panel surya.