Perhutani dan Krakatau Posco Tanam 400 Pohon Endemik untuk Pulihkan Ekosistem Gunung Pinang

Baca juga

Perhutani dan Krakatau Posco Tanam 400 Pohon Endemik untuk Pulihkan Ekosistem Gunung Pinang

Perhutani dan Krakatau Posco Tanam 400 Pohon Endemik untuk Pulihkan Ekosistem Gunung Pinang

diupdate.id - Bayangkan sebuah kawasan hutan lindung yang kian rapuh dan membutuhkan sentuhan tangan manusia untuk kembali pulih demi keseimbangan alam. Inilah keadaan Gunung Pinang di Serang, Banten, yang tengah mendapatkan harapan baru lewat penanaman 400 pohon endemik dan produktif oleh Perhutani dan Krakatau Posco.

Penanaman Pohon sebagai Upaya Konservasi Efektif

Kegiatan penanaman ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia serta POSCO Global Volunteer Week 2026. Direktur Technology & Business Development Krakatau Posco, Alhadis Syamsuddin, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkaya keanekaragaman hayati atau biodiversitas di Gunung Pinang, yang merupakan daerah strategis sebagai resapan air, penyangga ekosistem, sekaligus habitat flora dan fauna lokal.

Penanaman meliputi area satu hektare di petak 16 RPH Cilegon BKPH Serang dengan jenis pohon endemik kokoleceran (Vatica bantamensis) yang masuk dalam kategori tumbuhan dilindungi. Menanam kokoleceran adalah langkah penting menjaga keaslian vegetasi lokal sekaligus menjaga kelangsungan konservasi spesies yang jumlahnya semakin berkurang.

Beragam Jenis Pohon untuk Fungsi Ekologis dan Ekonomi

Tidak hanya pohon endemik, pohon pelindung seperti trembesi, pinang, mahoni, meranti, dan ketapang ikut ditanam untuk memperkuat tutupan vegetasi. Tak kalah menarik, tanaman produktif seperti durian, alpukat, nangka, dan matoa juga ditanam untuk memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Keberadaan tanaman produktif ini menunjang kesejahteraan warga tanpa mengurangi fungsi hutan yang penting sebagai habitat dan penyedia jasa lingkungan.

Dampak Positif dan Analisa Kolaborasi

Kolaborasi Perhutani dan Krakatau Posco menunjukkan bagaimana sinergi antara perusahaan dan pengelola hutan dapat memberi kontribusi nyata dalam memelihara lingkungan. Wakil Administratur Perhutani KPH Banten, Encang Suryana, menyatakan bahwa menjaga kelestarian hutan lindung Gunung Pinang memerlukan usaha bersama dari berbagai pihak.

Penanaman ini diharapkan memperkuat fungsi ekologis kawasan yang strategis sekaligus mendukung target konservasi nasional, memperpanjang usia hutan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitarnya.

Ringkasan

Penanaman 400 pohon di Gunung Pinang menjadi langkah konkret menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati di Banten. Program ini tidak hanya melindungi tumbuhan endemik dan berperan ekologis, tapi juga membuka peluang manfaat ekonomi melalui tanaman produktif. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk kelestarian hutan di masa depan.

FAQ

Apa tujuan penanaman 400 pohon di Gunung Pinang?

Tujuannya untuk memperkuat keanekaragaman hayati, menjaga fungsi hutan lindung, dan mendukung konservasi spesies endemik serta menyediakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Jenis pohon apa saja yang ditanam?

Pohon yang ditanam meliputi kokoleceran (pohon endemik dan dilindungi), trembesi, pinang, mahoni, meranti, ketapang, serta tanaman produktif seperti durian, alpukat, nangka, dan matoa.

penanaman pohon menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.