ICOSEG 2026 di Undip: Ajang Kolaborasi Global untuk Pembangunan Berkelanjutan
Baca juga
- Mahasiswa Cyber University Bisa Belajar dan Jalan-jalan ke Luar Negeri Cuma Rp 6,5 Juta!
- Prabowo dan Anthony Robbins Hadir di SMPN 111 Jakarta untuk Program MBG
- UNM dan UMC Bergandengan Tangan Cetak Talenta Digital Berkualitas di Era Digital
- Universitas Nusa Mandiri Gencarkan Pengembangan Karier Dosen di Era Digital
- Unika Soegijapranata Selenggarakan Seminar Internasional Bahas Inovasi Hukum Kesehatan Global 2026

ICOSEG 2026 di Undip: Ajang Kolaborasi Global untuk Pembangunan Berkelanjutan
diupdate.id - Bagaimana akademisi dan praktisi dapat bekerja sama untuk menghadapi tantangan pembangunan di era modern? Jawabannya akan diuji lewat International Conference on Sustainability, Equity, and Growth (ICOSEG) 2026 yang digelar di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Konferensi Internasional Berskala Global
ICOSEG 2026 berlangsung pada tanggal 3-4 Juni di Undip, menjadi pertemuan penting bagi para peneliti, praktisi, pembuat kebijakan, dan mahasiswa dari berbagai negara. Konferensi ini mengangkat tema pembangunan berkelanjutan yang mencakup tidak hanya isu lingkungan, tetapi juga aspek sosial, tata kelola yang adil, kemajuan teknologi, serta ketahanan ekonomi.
Menurut Suherman, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip, ICOSEG adalah wadah untuk memperkuat kolaborasi global. "Kolaborasi lintas disiplin, institusi, dan negara sangat vital untuk menciptakan solusi yang adaptif dan berdampak nyata," ujarnya. Ia juga menegaskan peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu dan katalisator perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Nilai Tambah dari Kolaborasi dan Inovasi
Ketua ICOSEG 2026, Anang Wahyu Sejati, menyebut konferensi ini pula sebagai panggung dialog inovatif yang memadukan berbagai perspektif guna menjawab tantangan pembangunan global. Dengan dukungan program EQUITY dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), melalui Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT), ICOSEG juga berupaya menambah kualitas pendidikan dan penelitian di tingkat internasional.
Konferensi ini menjanjikan berbagai pemaparan riset, sesi diskusi interaktif, dan jejaring antara akademisi dengan praktisi industri maupun pembuat kebijakan. Hal ini menjadi landasan penting untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, serta memacu adaptasi teknologi dalam menjaga ketahanan lingkungan dan ekonomi.
Dampak dan Harapan
Dengan menghadirkan banyak pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri, ICOSEG 2026 diharapkan bisa menjadi katalisator nyata bagi pengembangan solusi berkelanjutan di Indonesia dan wilayah sekitarnya. Perpaduan riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat yang dibahas dalam forum ini diharapkan memberi dampak positif jangka panjang terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan sosial.
Selain itu, momentum konferensi ini juga dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat riset yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di level nasional maupun global.
Ringkasan
ICOSEG 2026 yang diselenggarakan di Universitas Diponegoro bukan sekadar konferensi biasa. Acara ini menjadi ruang vital yang menghubungkan riset, inovasi, dan kebijakan demi mendorong pembangunan berkelanjutan yang menyeluruh. Dengan dukungan institusi besar seperti LPDP dan EQUITY, forum ini membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam membentuk masa depan yang lebih hijau, adil, dan tangguh.
FAQ
Apa tujuan utama ICOSEG 2026 di Undip?
Tujuan utama ICOSEG 2026 adalah mempertemukan peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan guna membahas dan mengembangkan solusi pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berdampak nyata.
Siapa saja yang terlibat dalam ICOSEG 2026?
ICOSEG 2026 melibatkan akademisi, peneliti, praktisi, industri, mahasiswa, dan pembuat kebijakan dari dalam dan luar negeri untuk berkolaborasi dalam membahas isu pembangunan berkelanjutan.