Jalan Lenteng Agung Dibuka Lagi, Rano Karno Tekankan Perbaikan Bahu Jalan

Baca juga

Jalan Lenteng Agung Dibuka Lagi, Rano Karno Tekankan Perbaikan Bahu Jalan

Jalan Raya Lenteng Agung Resmi Dibuka Kembali, Rano Karno Ingatkan Perbaikan Bahu Jalan Demi Keselamatan

diupdate.id - Setelah sempat ditutup selama beberapa hari akibat amblas, Jalan Raya Lenteng Agung kini sudah bisa dilalui kendaraan kembali. Namun, perbaikan jalan tak sekadar menambal lubang, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan pentingnya perbaikan bahu jalan agar kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna tetap terjaga.

Kondisi Jalan dan Perbaikan

Pada akhir Mei lalu, badan Jalan Raya Lenteng Agung di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengalami amblas. Lokasi ini menghubungkan Jakarta dan Depok, sehingga penutupan jalan sangat berdampak pada arus kendaraan. Butuh waktu lima hari bagi tim teknis untuk memperbaiki kerusakan tersebut, termasuk penanganan saluran di bawah jalan yang berasal dari Waduk Universitas Indonesia dan melewati rel kereta api.

Perbaikan tak bisa menggunakan metode gali biasa. Karena saluran air berada di bawah rel kereta, pengerjaannya menggunakan metode pengeboran dan penekanan pipa menuju waduk. Struktur saluran yang baru kini diperkuat dengan beton K-400 berkualitas tinggi sehingga diharapkan lebih tahan lama dan aman untuk pengguna.

Tantangan dan Perbaikan Bahu Jalan

Meski badan jalan sudah bisa dilalui normal, Rano Karno menyebut perbaikan belum selesai. Bahu jalan di kanan dan kiri masih berantakan dan perlu segera diperbaiki. Kerusakan bahu jalan bisa menimbulkan masalah baru terutama pada kelancaran lalu lintas dan keselamatan masyarakat yang melintas.

Rano meminta dinas terkait untuk segera menuntaskan perbaikan bahu jalan agar tidak menghambat arus kendaraan dan memastikan keamanan. Baginya, keselamatan pengendara harus tetap menjadi prioritas utama selama dan setelah proses perbaikan.

Penyebab Jalan Amblas dan Antisipasi Ke Depan

Berdasarkan hasil investigasi teknis, penyebab utama amblasnya jalan adalah pengeroposan struktur pipa besi bergelombang (armco) yang diperkirakan sudah berusia lebih dari 30 tahun. Kondisi lama besi ini membuatnya rentan rusak dan menjadi titik lemah.

Rano Karno mengingatkan bahwa kondisi serupa berpotensi terjadi di lokasi lain di Jakarta. Oleh sebab itu, Dinas Sumber Daya Air (SDA) diminta melakukan inventarisasi dan pemetaan seluruh saluran yang masih menggunakan armco tua. Tujuannya adalah memetakan titik rawan sehingga mitigasi dapat dilakukan lebih cepat jika ditemukan kerusakan serupa.

Pemantauan dan antisipasi dini ini penting agar kota dapat menanggulangi potensi gangguan infrastruktur secara efektif dan menghindari risiko kecelakaan atau gangguan lalu lintas yang lebih luas.

Ringkasan

Pembukaan kembali Jalan Raya Lenteng Agung adalah kabar baik bagi pengendara yang mengandalkan akses ini menghubungkan Jakarta dan Depok. Namun, proses pemulihan infrastruktur belum tuntas, terutama pada bagian bahu jalan yang masih perlu perbaikan. Penanganan yang tepat dan pemantauan berkala terhadap struktur pipa lawas sangat penting untuk mencegah kerusakan serupa dan menjaga keselamatan pengguna jalan. Langkah antisipatif tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas dan keamanan jalan vital kota metropolitan.

FAQ

Berapa lama Jalan Raya Lenteng Agung ditutup akibat amblas?

Jalan Raya Lenteng Agung ditutup sejak Senin (1 Juni 2026) sore sampai Selasa (2 Juni 2026) dan dibuka kembali setelah perbaikan selama lima hari.

Apa penyebab utama amblasnya Jalan Raya Lenteng Agung?

Penyebab utama adalah pengeroposan struktur pipa besi bergelombang (armco) berusia lebih dari 30 tahun yang berada di bawah jalan.