Calon Haji Bengkulu Meninggal Usai Salat Subuh di Madinah: Kronologi dan Dampaknya
Baca juga
- Mahasiswa UI Diadang Polisi saat Menuju Demo Bundaran HI, Dilarang Salat Jumat di Lokasi
- Bea Cukai Banda Aceh Berhasil Gagalkan Peredaran 356.480 Batang Rokok Ilegal Lewat Jasa Titipan
- Ombudsman Pastikan Layanan Imigrasi Jakarta Barat Tetap Prima Meski Tengah Diwarnai Isu Korupsi
- 444 Jamaah Haji Kuningan Kembali, Satu Masih Terbaring di Rumah Sakit
- Sistem COD Jadi Cara Baru Penjualan Miras Ilegal, Polres Bantul Gencar Berantas

Tragedi di Madinah: Jemaah Haji Asal Bengkulu Meninggal Usai Salat Subuh
diupdate.id - Berita duka datang dari tanah suci Madinah. Salah satu calon jemaah haji asal Bengkulu, Tukiman, meninggal dunia setelah menjalankan Salat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi. Kejadian ini menambah duka pada musim haji 2026 yang penuh harapan bagi ribuan ummat Islam Indonesia.
Kronologi Kejadian
Tukiman, yang tergabung dalam Kloter 4 Embarkasi Haji Padang atau Kloter 3 dari Provinsi Bengkulu, melaksanakan Salat Subuh pada Rabu, 29 April 2026 pukul 05.00 waktu setempat. Setelah beribadah, saat hendak kembali ke hotel bersama rombongan, Tukiman tiba-tiba pingsan.
Segera, petugas membawa almarhum ke Rumah Sakit Assalam di Madinah untuk mendapatkan penanganan medis. Meski sudah mendapat perawatan maksimal dari tim medis, ia akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit tersebut.
Proses Pemakaman dan Penanganan Resmi
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bengkulu, Intihan, menyampaikan bahwa prosesi pemakaman telah dilakukan di pemakaman Baqi, Madinah, sesuai dengan protokol yang berlaku di Arab Saudi.
"Kami belum mendapatkan informasi lengkap soal kondisi kesehatan almarhum sebelum meninggal karena ketua kloter dan tim medis masih mengurus pemakaman," ujar Intihan, dikutip dari Antara.
Jumlah Jemaah dan Arti Kejadian
Kloter 4 Padang membawa 387 jemaah dari Bengkulu, termasuk Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, dan Bengkulu Selatan, yang diberangkatkan pada 27 April 2026. Kejadian meninggalnya Tukiman menjadi pengingat pentingnya kesiapan fisik dan medis jemaah dalam menjalankan ibadah haji.
Dampak dan Analisa Ringan
Peristiwa ini menambah beban emosional keluarga dan rombongan jemaah haji Bengkulu. Pada sisi sistem, kejadian ini menggarisbawahi kebutuhan penanganan kesehatan yang optimal selama musim haji, dimana cuaca dan kegiatan padat bisa menguras stamina. Pemeriksaan medis pra-keberangkatan dan pendampingan kesehatan selama di Tanah Suci menjadi kunci mengurangi risiko serupa di masa depan.
Ringkasan
Jemaah haji asal Bengkulu, Tukiman, meninggal dunia setelah Salat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi, Madinah. Setelah pingsan dan mendapatkan penanganan di RS Assalam, almarhum wafat dan dimakamkan di Baqi. Kejadian ini mengingatkan pentingnya kesehatan jemaah haji, terutama dalam menghadapi cuaca dan ritme ibadah yang tinggi. Kloter 4 Padang membawa 387 jemaah dari berbagai daerah Bengkulu pada musim haji 2026.
FAQ
Siapa jemaah haji Bengkulu yang meninggal di Madinah?
Jemaah haji yang meninggal bernama Tukiman, berasal dari Kloter 4 Embarkasi Haji Padang dan Kloter 3 Bengkulu.
Di mana pemakaman jemaah haji yang meninggal tersebut?
Almarhum dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah, sesuai dengan prosedur yang berlaku di Arab Saudi.