May Day 2026, KASBI Lebih Memilih Demo di DPR daripada Acara Resmi

Baca juga

May Day 2026, KASBI Lebih Memilih Demo di DPR daripada Acara Resmi

KASBI Pilih Demo di DPR Daripada Hadiri May Day di Monas, Ini Alasannya

diupdate.id - Hari Buruh Internasional atau May Day tahun ini diwarnai sikap tegas dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Alih-alih menghadiri acara di Monas yang dihadiri Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, KASBI memilih menggelar aksi di gedung DPR. Apa yang melatarbelakangi keputusan ini?

Langkah KASBI yang Berbeda di May Day 2026

Ketua Umum KASBI, Sunarno, mengungkapkan alasan mereka tidak ikut merayakan May Day di Monas. Menurutnya, itu bukan karena permusuhan terhadap pemerintah melainkan bentuk kekecewaan atas kondisi ketenagakerjaan yang belum memadai di Indonesia hingga kini. Sunarno menyatakan, "Kami sengaja memilih melakukan aksi di DPR. Walaupun kami diundang ke Monas, tidak berarti kami membenci pemerintahan. Kondisi yang sangat buruk di lapangan buruh membuat kami ingin menyampaikan aspirasi dari grassroots secara langsung di parlemen."

Tuntutan KASBI untuk Pemerintah dan DPR

Dalam audiensi dengan pimpinan DPR, KASBI menyampaikan sejumlah tuntutan penting. Pertama, mereka menekan DPR agar segera menyusun Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang benar-benar mengakomodasi kepentingan buruh dan melibatkan unsur serikat buruh dalam pembahasan. "Tanpa keterlibatan kami, hasilnya pasti tidak sesuai harapan buruh," kata Sunarno.

Kedua, KASBI mendorong pemerintah dan DPR untuk menangani disparitas pengupahan yang selama ini menjadi masalah sistemik. Mereka juga mengkritik masalah outsourcing, kerja kontrak, magang, hingga sistem kerja lepas yang sering merugikan buruh.

Selain itu, KASBI meminta pemerintah segera meratifikasi konvensi ILO 188 tentang pekerja perikanan serta konvensi ILO 190 yang menangani perlindungan dari kekerasan dan pelecehan di tempat kerja. "Hal ini belum dilakukan dan sangat penting untuk melindungi kaum pekerja," tambahnya.

Dampak Keputusan KASBI dan Gambaran Ketenagakerjaan

Kebijakan KASBI memilih DPR daripada Monas menandai kritik nyata terhadap cara pemerintah memperlakukan isu buruh. Ini menunjukkan bahwa peringatan May Day bukan hanya seremoni, tapi juga ajang untuk menyampaikan suara serius kaum pekerja terkait perbaikan aturan yang mempengaruhi hidup mereka.

Dengan aksi di DPR, KASBI berharap bisa menggerakkan pembuat kebijakan agar lebih responsif dalam menyelesaikan masalah ketenagakerjaan yang kompleks, termasuk pengupahan adil dan sistem kerja yang manusiawi.

Ringkasan

Terlepas dari seremoni May Day yang dihadiri berbagai elemen buruh di Monas bersama Prabowo, KASBI memilih jalur berbeda dengan menggelar aksi di DPR. Alasan utamanya adalah menyuarakan kekecewaan terhadap kondisi buruh yang masih belum membaik, sekaligus mendesak pembahasan undang-undang ketenagakerjaan yang lebih berpihak dan ratifikasi konvensi ILO penting. Sikap ini memperlihatkan bahwa peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum kritis untuk menuntut perubahan nyata bagi kesejahteraan pekerja di Indonesia.

FAQ

Mengapa KASBI tidak ikut May Day di Monas?

KASBI memilih tidak ikut May Day di Monas karena merasa kondisi ketenagakerjaan di Indonesia masih buruk dan ingin menyuarakan aspirasi pekerja langsung di DPR.

Apa tuntutan utama KASBI di May Day 2026?

KASBI menuntut pembahasan UU Ketenagakerjaan baru yang pro buruh, penanganan disparitas upah, regulasi outsourcing dan kerja kontrak, serta ratifikasi konvensi ILO 188 dan 190.