Terungkap! Kuasa Hukum Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar Demi Bongkar Dalang Video Hoaks

Baca juga

Terungkap! Kuasa Hukum Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar Demi Bongkar Dalang Video Hoaks

Terungkap! Kuasa Hukum Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar Demi Bongkar Dalang Video Hoaks

diupdate.id - Video hoaks yang mengaitkan nama Jusuf Kalla dengan dana senilai Rp5 miliar untuk perkara ijazah Presiden Jokowi memicu aksi hukum serius. Kuasa hukum JK kini melaporkan Rismon Sianipar dan sejumlah akun media sosial ke Bareskrim Polri demi mengungkap sosok di balik rekayasa video tersebut.

Laporan Polisi Fokus Bongkar Dalang Video Pencemaran Nama Baik

Abdul Haji Talaohu, kuasa hukum Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia, mengungkap alasan membuat laporan polisi. Dilansir dari acara Head to Head CNN Indonesia pada Rabu (15/4), Abdul menekankan bahwa langkah hukum ini bukan semata untuk menjerat pelapor pertama, yakni Rismon Sianipar. "Video itu, walaupun Rismon membantah penggunaan AI, namun wajah dan suaranya jelas ada dalam konten tersebut," katanya.

Menurut Abdul, laporan juga menargetkan akun YouTube berjudul Studio Musik Rock Ciamis dan akun Facebook "1922 Pusat Madiun" yang ikut menyebarkan video bermasalah ini. "Kami ingin mengungkap siapa yang mengorkestrasi pembuatan video, siapa pemilik akun-akun tersebut, serta motivasinya," tambahnya.

Upaya Lindungi Nama Baik JK dan Jaga Harmoni Politik

Kuasa hukum itu juga menegaskan bahwa tuduhan dana Rp5 miliar dan keterlibatan JK dalam kasus ijazah Jokowi adalah fitnah tanpa dasar. JK merasa dirugikan secara martabat dan melaporkan dugaan pencemaran nama baik ini ke polisi pada Rabu (8/4), dengan nomor registrasi LP/B/135/IV/2026.

Menariknya, Abdul menyebut ada upaya dari oknum yang ingin memecah hubungan baik antara JK dan Presiden Jokowi. "Mereka sebenarnya tidak bermasalah. Ini jelas usaha untuk menciptakan benturan di antara keduanya," ungkapnya. Analisa ini memberi gambaran bahwa video hoaks dan pencemaran nama baik punya potensi motif politik di baliknya.

Kesimpulan: Melawan Hoaks untuk Menjaga Nama Baik dan Stabilitas Nasional

Kasus laporan pencemaran nama baik ini menggambarkan pentingnya penegakan hukum terhadap penyebaran informasi palsu kian meningkat. Dengan melibatkan Bareskrim, JK dan kuasa hukumnya berharap proses hukum bisa mengungkap secara transparan dalang sesungguhnya di balik video yang merugikan reputasi figur publik. Upaya ini sekaligus menjaga ruang demokrasi dari pengaruh negatif hoaks yang bisa merusak keharmonisan politik nasional.

FAQ

Mengapa Jusuf Kalla membuat laporan polisi terhadap Rismon Sianipar?

Jusuf Kalla melaporkan Rismon Sianipar karena dianggap mencemarkan nama baik melalui video hoaks yang menyebutkan JK memberikan dana Rp5 miliar terkait kasus ijazah Jokowi.

Apa tujuan utama laporan pencemaran nama baik ini?

Tujuan utama laporan adalah mengungkap siapa dalang atau otak di balik pembuatan dan penyebaran video hoaks tersebut serta akun-akun media sosial yang menyebarkannya.