Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun di Inggris Mulai Tahun 2027: Apa Dampaknya?
Baca juga
- Inggris Rencanakan Larangan Media Sosial untuk Anak: Lebih Ketat dari Australia
- Mulai 2027, Anak di Bawah 16 Tahun di Inggris Dilarang Pakai Media Sosial: Apa Dampaknya?
- Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Resmi Digulirkan PM Starmer
- Menguatkan Ekosistem E-Sports, Kunci Meningkatkan Prestasi Generasi Muda Indonesia
- AI Jadi HRD Virtual: Transformasi Rekrutmen di Era Digital yang Perlu Anda Tahu
Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun di Inggris Mulai Tahun 2027: Apa Dampaknya?
diupdate.id - Bayangkan jutaan anak di Inggris yang saat ini aktif di media sosial harus berhenti menggunakan platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube pada tahun depan. Pemerintah Inggris baru-baru ini mengumumkan rencana besar yang akan mengubah cara anak muda berinteraksi dengan dunia digital.
Rencana Pemerintah Inggris: Larangan Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Pada Juni 2026, Perdana Menteri Sir Keir Starmer mengumumkan akan melarang pengguna media sosial berusia di bawah 16 tahun mengakses berbagai platform populer, termasuk TikTok, Snapchat, Instagram, YouTube, Facebook, dan X (sebelumnya Twitter). Rencana ini bertujuan untuk diberlakukan pada musim semi 2027 setelah diatur melalui regulasi yang diharapkan selesai sebelum Natal 2026.
Pembatasan ini juga meliputi verifikasi usia yang lebih ketat bagi pengguna berusia di atas 16 tahun, meskipun banyak akun orang dewasa tidak akan terpengaruh karena sudah memiliki metode verifikasi seperti terkait kartu kredit atau verifikasi email sebelumnya.
Pengecualian dan Pembatasan Fitur Khusus
Beberapa aplikasi seperti WhatsApp, Signal, dan platform game online Roblox tidak termasuk dalam larangan ini. Namun, fitur tertentu yang bisa berpotensi membahayakan anak, seperti live streaming dan kontak dengan orang asing, akan dibatasi untuk pengguna di bawah 16 tahun. YouTube Kids juga tetap menjadi pengecualian, memberikan alternatif yang lebih aman bagi anak kecil.
Pemerintah juga mempertimbangkan pembatasan fitur lain seperti "infinite scroll" dan pengaturan waktu penggunaan (curfews) yang akan diberlakukan untuk pengguna berusia 16 dan 17 tahun. Selain itu, komunikasi intim dan seksual yang dilakukan menggunakan kecerdasan buatan (AI) juga akan dilarang untuk anak di bawah 18 tahun.
Dampak dan Reaksi dari Berbagai Pihak
Keputusan ini muncul di tengah tekanan global untuk memperketat keamanan anak-anak di dunia digital. Joe Ryrie, salah satu pendiri kampanye Smartphone Free Childhood, memuji langkah ini sebagai kemajuan besar yang memberikan waktu ekstra bagi anak untuk tumbuh sebelum terpapar lingkungan online yang belum tentu ramah dan aman.
Meski demikian, para perusahaan teknologi seperti Meta, Snapchat, YouTube, dan TikTok menyatakan keberatan dengan larangan penuh ini. Mereka khawatir anak-anak justru akan beralih ke platform yang tidak terkontrol dan lebih berbahaya. YouTube menegaskan perannya sebagai sumber penting untuk edukasi dan interaksi anak muda dengan proteksi yang sudah ada.
Dari sisi pemerintah, Menteri Teknologi Liz Kendall menegaskan bahwa langkah ini juga merupakan upaya mengambil kembali kontrol dari raksasa teknologi yang dianggap belum maksimal menjaga keamanan anak. Ia menambahkan, kebijakan ini hanyalah bagian dari upaya berkelanjutan, dan masih banyak langkah lain yang akan diterapkan untuk pengguna dewasa maupun anak-anak.
Ringkasan
Rencana larangan akses media sosial untuk anak di bawah 16 tahun di Inggris menghadirkan babak baru dalam pengaturan dunia digital dan keamanan anak. Meskipun menimbulkan pro-kontra, tujuan utamanya adalah melindungi tumbuh kembang serta kebahagiaan generasi muda dari potensi risiko di media sosial. Dengan regulasi ini, diharapkan lingkungan digital menjadi lebih aman dan terkontrol, memberi anak-anak kesempatan menikmati masa kecil tanpa paparan konten atau interaksi yang membahayakan.
FAQ
Mengapa Inggris melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial?
Untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan anak dari risiko konten dan interaksi berbahaya di dunia maya.
Platform media sosial apa saja yang termasuk dalam larangan ini?
TikTok, Instagram, Snapchat, YouTube, Facebook, dan X, sementara WhatsApp dan Roblox tidak termasuk.
larangan media sosial anak menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.