Jelang Libur Sekolah, Kemenpar Tekankan Keamanan dan Kenyamanan di Destinasi Wisata
Baca juga
- Melihat Dari Dalam: Bagaimana Wajib Militer Paksa Mengubah Perang Sipil Myanmar
- Skandal David Sullivan: Larangan Kontak dengan Tim Wanita dan Usia Muda West Ham Terungkap
- Bentrok dan Rusuh di Belfast Usai Penyerangan Pisau, Ini Kronologinya
- Tips Penting untuk Jamaah Lansia Haji Gelombang Kedua di Madinah
- Kerusakan Nord Stream 2022, AfD Jerman Serukan Kompensasi dari Ukraina

Jelang Libur Sekolah, Kemenpar Tekankan Keamanan dan Kenyamanan di Destinasi Wisata
diupdate.id - Pergi berlibur saat musim libur sekolah menjadi momen yang selalu dinantikan banyak keluarga. Namun, di balik kegembiraan itu, ada satu hal penting yang tak boleh dilewatkan: keselamatan dan kenyamanan selama berwisata. Menyadari hal ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengingatkan seluruh pengelola destinasi wisata untuk memperkuat aspek-aspek keamanan demi memberikan pengalaman liburan yang menyenangkan dan bebas risiko bagi pengunjung.
Kesiapan Destinasi Wisata Menyambut Lonjakan Pengunjung
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan, memasuki periode libur sekolah yang diperkirakan memicu peningkatan kunjungan wisatawan di berbagai daerah, kesiapan destinasi menjadi kunci utama. Saat meninjau langsung atraksi Waterbom Bali, beliau menekankan pentingnya memastikan seluruh fasilitas dan sistem mitigasi risiko bekerja dengan baik.
"Kami ingin memastikan setiap destinasi terutama di Bali, dapat menerima lonjakan pengunjung tanpa mengorbankan aspek keselamatan," kata Ni Luh Puspa pada Sabtu (6/6/2026). Peningkatan mobilitas harus seiring dengan penerapan standar keselamatan yang ketat agar liburan semua pihak terjamin aman dan nyaman.
Strategi dan Program Perlindungan Wisatawan
Kemenpar tidak sekadar menyerukan imbauan, namun juga aktif menjalankan program pelatihan dan sertifikasi bagi pengelola wisata, fokus kepada aktivitas dengan risiko tinggi seperti wisata gunung, arung jeram, snorkeling, dan wisata tirta lainnya. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) telah disusun menjadi pedoman dalam pelayanan, terutama menyangkut keamanan dan kenyamanan pengunjung.
CEO Waterbom Bali, Sayan Gulino, menambahkan, pihaknya memiliki departemen quality control yang selalu melakukan pemeriksaan rutin fasilitas dan kapasitas pengunjung. Dengan pengalaman 33 tahun, Waterbom Bali siap menyambut musim liburan dengan manajemen pengunjung yang terjaga ketat demi menghindari antrean panjang dan menjaga kualitas pengalaman wisatawan.
Dampak Positif Pengelolaan Keselamatan Terpadu
Penguatan aspek keselamatan dan kenyamanan ini bukan hanya soal memenuhi protokol, tapi juga strategi meningkatkan reputasi dan daya saing destinasi wisata Indonesia. Libur sekolah merupakan kesempatan emas yang bisa mendongkrak perekonomian lokal melalui arus wisatawan, tetapi harus diimbangi dengan standar pengelolaan yang mumpuni.
Kolaborasi antar pemangku kepentingan, mulai pemerintah hingga pengelola swasta, menjadi faktor kunci agar destinasi bisa menawarkan layanan terbaik sekaligus meminimalisir potensi insiden selama periode padat pengunjung.
Ringkasan
Menjelang libur sekolah, Kementerian Pariwisata mengajak pengelola destinasi wisata untuk fokus memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan. Berbagai langkah, seperti pelatihan terstandarisasi dan pengaturan kapasitas pengunjung, ditetapkan guna menjamin pengalaman wisata yang aman dan menyenangkan. Ini juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kualitas pariwisata nasional yang berkelas dan profesional.
FAQ
Mengapa Kemenpar memperkuat keselamatan destinasi wisata jelang libur sekolah?
Untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan agar liburan aman dan menyenangkan.
Apa saja program Kemenpar terkait peningkatan keselamatan wisata?
Kemenpar menjalankan pelatihan dan sertifikasi pelaku pariwisata serta menetapkan standar kompetensi nasional dalam pelayanan wisata.
kesiapan destinasi wisata menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.