Penambahan Jadwal LRT Jabodebek: Cara KAI Redam Kepadatan Penumpang Pagi Hari
Baca juga
- Subsidi Transjabodetabek Capai Rp 12 Ribu Per Penumpang, Tarif Akan Disesuaikan
- Ruas Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki Jasamarga, Simak Jadwal Lengkapnya
- Menhub Bahas Penyesuaian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Terkait Geopolitik Global
- 76 Perlintasan Kereta di Jawa dan Sumatra Butuh Perbaikan Mendesak, AHY Ungkap Kondisinya
- KAI Daop 8 Tutup 139 Perlintasan Liar, Ajak Warga Cegah Bahaya Kecelakaan Kereta

LRT Jabodebek Tambah Perjalanan di Jam Sibuk Pagi, Upaya Kurangi Kepadatan Penumpang
diupdate.id - Pernah merasakan kereta penuh sesak saat berangkat kerja pagi hari? PT Kereta Api Indonesia (KAI) merespons tingginya mobilitas masyarakat dengan melakukan uji coba penambahan perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi yang bertujuan mengurangi kepadatan dan memberikan kenyamanan lebih bagi para penumpang.
Penambahan Perjalanan sebagai Solusi Adaptif
Sejak 8 hingga 12 Juni 2026, KAI mengoperasikan Kereta Luar Biasa (KLB) pada sejumlah rute dengan tingkat kepadatan tinggi di pagi hari kerja. Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan respons adaptif terhadap pola pergerakan penumpang yang menunjukan lonjakan signifikan antara pukul 06.00 sampai 08.00 WIB tiap hari kerja.
Misalnya, pada relasi Jatimulya-Dukuh Atas BNI dan Harjamukti-Dukuh Atas BNI ditambah perjalanan tambahan di antara jadwal reguler pagi hari, yaitu pukul 07.14 dan 07.24 WIB. Langkah ini memungkinkan penumpang tidak terlalu berdesakan menunggu kereta berikutnya yang sebelumnya jaraknya hanya beberapa menit.
Data Pengguna yang Menunjukkan Lonjakan Penumpang
Menurut data operasional, Stasiun Harjamukti tercatat sebagai stasiun tersibuk dengan rata-rata 6.224 pengguna per hari pada jam sibuk pagi. Stasiun lain seperti Cikoko, yang terhubung dengan KRL Commuter Line dan Transjakarta, melayani 3.432 pengguna, disusul Stasiun Cikunir 1 dengan 3.274 pengguna, Jatimulya dengan 2.786 pengguna, dan Jatibening Baru sekitar 2.638 pengguna setiap hari kerja pagi.
Dampak dan Manfaat Penambahan Perjalanan LRT
Penambahan frekuensi perjalanan LRT Jabodebek ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan penumpang secara lebih merata, mengurangi kepadatan di stasiun dan kereta. Hal ini tentu berperan penting dalam meningkatkan kenyamanan perjalanan, mengurangi stres penumpang, serta menekan risiko penularan penyakit di ruang tertutup.
KAI memastikan pengoperasian KLB tidak mengganggu layanan reguler dan akan terus memantau hasil uji coba ini untuk evaluasi lebih lanjut. Strategi ini mencerminkan komitmen transportasi publik Jakarta yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan yang dinamis.
Ringkasan
Dalam menghadapi lonjakan pengguna LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi, PT KAI melakukan uji coba penambahan perjalanan dengan Kereta Luar Biasa di rute-rute padat penumpang. Solusi ini terbukti sebagai langkah adaptif untuk mengurangi kepadatan dan meningkatkan layanan transportasi publik yang aman dan nyaman di Jabodebek, sekaligus menunjang mobilitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta.
FAQ
Kenapa LRT Jabodebek menambah perjalanan pada jam sibuk pagi?
Penambahan dilakukan untuk mengakomodasi tingginya volume penumpang yang menuju pusat aktivitas di Jakarta, sehingga mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan.
Kapan uji coba penambahan perjalanan LRT Jabodebek dilakukan?
Uji coba ini berlangsung dari 8 hingga 12 Juni 2026 pada hari kerja di pagi hari.