Harga Minyak Anjlok Setelah Kesepakatan Antara AS dan Iran Membuka Kembali Selat Hormuz

Harga Minyak Anjlok Setelah Kesepakatan Antara AS dan Iran Membuka Kembali Selat Hormuz

Baca juga

Harga Minyak Anjlok Setelah Kesepakatan Antara AS dan Iran Membuka Kembali Selat Hormuz

diupdate.id - Pasar minyak dunia tiba-tiba berubah arah dengan penurunan harga yang cukup tajam usai Pakistan mengumumkan adanya kesepakatan penting antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan ini dikhawatirkan akan menggeser dinamika pasokan minyak global, khususnya karena menyangkut pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur laut vital bagi pengiriman sebagian besar minyak dunia.

Kesepakatan yang Mengubah Pasar Energi

Pakistan berperan sebagai mediator dalam mengakhiri ketegangan antara AS dan Iran yang telah menahan aktivitas di Selat Hormuz sejak akhir Februari 2026, setelah serangan udara oleh AS dan Israel ke Iran. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengkonfirmasi bahwa acara penandatanganan resmi akan digelar pada 19 Juni 2026 di Swiss.

Iran menyatakan bahwa kesepakatan telah rampung melalui konfirmasi Wakil Menteri Luar Negeri, Kazem Gharibabadi. Presiden AS Donald Trump dengan semangat menyambutnya lewat media sosial dengan kalimat "let the oil flow!". Semenjak Selat Hormuz efektif tertutup, sekitar 20% pasokan minyak dan gas cair dunia mengalami gangguan.

Dampak Langsung pada Harga dan Pasar Saham Asia

Pergerakan harga minyak langsung terasa. Brent crude, tolok ukur minyak global, turun sekitar 4% ke level $83,81 per barel, sementara minyak mentah AS anjlok hampir 5% ke $80,89 per barel. Penurunan ini mencerminkan optimisme pasar bahwa pasokan energi akan kembali membaik selepas pembukaan Selat Hormuz.

Pasar saham Asia pun bereaksi positif. Bursa saham Jepang Nikkei 225 naik 4,3%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 5%. Kedua negara ini sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah, sehingga penurunan risiko pasokan langsung meningkatkan sentimen investor.

Analisa dan Tantangan Pasca Kesepakatan

Meskipun kesepakatan ini merupakan berita baik, para ahli memperingatkan bahwa pemulihan aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz tidak bisa dilakukan secara instan. Andrew Lipow dari Lipow Oil Associates menyebutkan, sebelum operasi normal kembali, diperlukan proses pembersihan ranjau laut yang bisa memakan waktu antara beberapa minggu hingga enam bulan.

Selain itu, ada antrean panjang kapal tanker yang menunggu giliran masuk ke jalur ini. Proses memulihkan produksi minyak dan rekonstruksi rantai pasokan juga diprediksi akan melalui masa transisi bertahap.

Ringkasan

Kesepakatan antara AS dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan membuka harapan baru bagi stabilitas pasar energi global dengan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Harga minyak dunia merespons dengan penurunan signifikan, mengurangi tekanan pada ekonomi Asia yang sangat bergantung pada minyak Timur Tengah. Meski begitu, pemulihan total pasokan membutuhkan waktu dan perbaikan teknis di jalur pengiriman yang strategis ini.

FAQ

Apa yang menyebabkan penurunan harga minyak baru-baru ini?

Penurunan harga minyak terjadi setelah Pakistan mengumumkan kesepakatan antara AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang sebelumnya ditutup akibat konflik.

Berapa persentase penurunan harga Brent crude dan minyak mentah AS?

Brent crude turun sekitar 4% menjadi $83,81 per barel, sementara minyak mentah AS turun sekitar 4,7% ke $80,89 per barel.