Rahasia Di Balik Kualitas BBM Pertamina Patra Niaga: Pengelolaan Impurities yang Terjaga Ketat
Baca juga
- Harga Minyak Anjlok Setelah Kesepakatan Antara AS dan Iran Membuka Kembali Selat Hormuz
- Mayarakat Ramai-Ramai Kritik Kenaikan Harga Pertamax, Khawatir Pertalite Ikut Terdampak
- Wamenko Pangan Soroti Program MBG sebagai Kunci Dorong Konsumsi Susu Anak Indonesia
- Zakat dan Inflasi: Solusi Jitu Lawan Dampak Krisis Energi
- Harga Pertamax Meroket, Diperkirakan 10% Konsumen Beralih ke Pertalite: Apa Dampaknya?

Rahasia Di Balik Kualitas BBM Pertamina Patra Niaga: Pengelolaan Impurities yang Terjaga Ketat
diupdate.id - Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana Pertamina Patra Niaga mampu menjaga kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang tersebar di seluruh Indonesia? Rahasianya terletak pada proses pengelolaan impurities yang ketat di kilang mereka. Dengan teknologi dan prosedur canggih, mereka memastikan BBM yang dihasilkan tidak hanya berkualitas tapi juga ramah lingkungan.
Proses Pengelolaan Impurities: Kunci Mutu BBM
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) berkomitmen kuat untuk menghadirkan produk BBM seperti bensin, solar, dan avtur dengan kualitas unggul. Prosesnya dimulai sejak minyak mentah (crude) masuk ke kilang, di mana impurities atau zat pengotor seperti sulfur, garam, asam naftenat, nitrogen, serta logam berat (nikel, vanadium, merkuri) secara aktif dikurangi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa pengelolaan impurities ini vital agar tidak menghambat performa kilang dan menjaga standar produk tetap tinggi. Ada tiga tahapan utama pengelolaan impurities didukung teknologi mutakhir di enam kilang Pertamina.
Tahapan Pengelolaan Impurities di Kilang
Pertama adalah seleksi dan pencampuran minyak mentah menggunakan Crude Acceptance Matrix (CAM) dan blending, sehingga crude dengan kandungan impurities tinggi tetap aman untuk diolah. Tahap berikutnya yaitu pre-treatment dan chemical treatment yang menurunkan kandungan air, garam, sulfur, nitrogen, dan logam berat. Teknologi desalter, hydrotreating, dan injeksi bahan kimia pelindung korosi mendukung proses ini.
Terakhir, asset integrity & reliability, di mana kilang selalu dipastikan beroperasi dengan aman dan berkelanjutan menggunakan material anti-korosi, inspeksi berkala, dan pemeliharaan rutin.
Dampak Positif bagi Konsumen dan Lingkungan
Pengelolaan impurities ini menghasilkan BBM standar Euro 4 seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, dan Pertamina Dex yang memiliki kandungan sulfur lebih rendah. BBM Euro 4 memungkinkan mesin kendaraan lebih tahan lama karena proses pembakaran yang lebih bersih dan minim korosi. Konsumsi bahan bakar jadi lebih efisien, sementara emisi yang dihasilkan juga berkurang drastis, membantu menurunkan polusi udara dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Dengan metode ini, Pertamina Patra Niaga tidak hanya menjaga keandalan kilang tapi juga memberikan kenyamanan berkendara bagi konsumen dan mendukung pasokan energi nasional yang berkelanjutan.
Ringkasan
Pengelolaan impurities di kilang Pertamina Patra Niaga adalah kunci utama untuk menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Melalui tiga tahapan selektif dan teknologi canggih, perusahaan ini menjaga mutu BBM yang berstandar Euro 4. Dampaknya tidak hanya pada performa kendaraan yang lebih optimal, tapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan polusi dan kelangsungan energi nasional.
FAQ
Apa itu impurities dalam minyak mentah?
Impurities adalah zat pengotor seperti sulfur, garam, asam naftenat, nitrogen, dan logam berat (nikel, vanadium, merkuri) yang secara alami ada dalam minyak mentah dan perlu dikurangi agar BBM berkualitas.
Kenapa pengelolaan impurities penting bagi kualitas BBM?
Pengelolaan impurities mencegah zat pengotor merusak kinerja kilang dan memastikan BBM yang dihasilkan memiliki standar mutu tinggi, ramah lingkungan, dan efisien untuk kendaraan.