Wamenko Pangan Soroti Program MBG sebagai Kunci Dorong Konsumsi Susu Anak Indonesia
Baca juga
- Mayarakat Ramai-Ramai Kritik Kenaikan Harga Pertamax, Khawatir Pertalite Ikut Terdampak
- Zakat dan Inflasi: Solusi Jitu Lawan Dampak Krisis Energi
- Harga Pertamax Meroket, Diperkirakan 10% Konsumen Beralih ke Pertalite: Apa Dampaknya?
- Digitalisasi Jadi Penyelamat Ekonomi Aceh Saat Bencana Besar Melanda
- Interport Sandikala VII Meluncur Perdana, Buka Peluang Baru Logistik Maritim Indonesia

Wamenko Pangan Soroti Program MBG sebagai Kunci Dorong Konsumsi Susu Anak Indonesia
diupdate.id - Pernahkah Anda menyadari betapa pentingnya susu dalam membentuk generasi masa depan yang sehat dan kuat? Di tengah peringatan Hari Susu Nusantara 2026, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi momentum penting untuk meningkatkan konsumsi susu di kalangan anak-anak Indonesia.
Program MBG, Peluang Emas Memperbaiki Nutrisi Anak
Hanif menekankan bahwa program MBG bukan hanya sekadar memberikan makanan bergizi secara cuma-cuma, tapi juga sebagai platform strategis guna membudayakan konsumsi susu yang lebih luas. Ia berharap susu bisa hadir rutin, bahkan idealnya setiap hari, bukan hanya dua kali seminggu. Dengan konsumsi susu yang meningkat, anak-anak akan mendapatkan asupan gizi penting yang menjadi pondasi kualitas generasi bangsa menuju Indonesia Emas di tahun 2045.
Konsumsi Susu di Indonesia Masih Kurang Optimal
Data menunjukkan bahwa konsumsi susu per kapita di Indonesia saat ini hanya berkisar antara 16,2 sampai 16,8 liter per tahun. Artinya, rata-rata setiap orang hanya minum satu sendok makan susu setiap hari, jauh dari kebutuhan ideal untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar untuk mendorong peningkatan konsumsi susu sebagai bagian dari kualitas sumber daya manusia masa depan.
Manfaat Susu untuk Gizi dan Perkembangan Anak
Susu dikenal mengandung beragam zat gizi vital seperti protein, kalsium, kalium, vitamin A, B12, dan D. Nutrisi ini sangat penting untuk memperkuat tulang, otot, serta mendukung perkembangan otak anak secara optimal dan berkelanjutan. Dengan memastikan asupan susu yang cukup, kualitas generasi produktif di masa depan dapat ditingkatkan sehingga berkontribusi pada kemajuan nasional.
Kolaborasi Berkelanjutan untuk Penguatan Konsumsi Susu
Hanif menegaskan bahwa peningkatan konsumsi susu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi erat antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat luas. Pemerintah sendiri tengah menyiapkan roadmap kemandirian susu yang mencakup pengembangan sektor persusuan mulai dari hulu hingga hilir. Program ini diharapkan memperkuat produksi nasional serta meningkatkan nilai tambah industri susu demi ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Dampak dan Harapan ke Depan
Di tingkat ASEAN, konsumsi susu Indonesia masih kalah dibandingkan negara seperti Vietnam, Malaysia, atau Singapura. Melalui sosialisasi terus-menerus dan penguatan ekosistem persusuan, diharapkan minat masyarakat terhadap susu dapat tumbuh signifikan. Integrasi industri, hilirisasi produk, dan investasi menjadi kunci percepatan pertumbuhan sektor susu yang lebih tangguh dan kompetitif di masa depan. Semua itu akan menunjang kualitas generasi yang lebih sehat dan produktif untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Ringkasan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi momentum strategis untuk meningkatkan konsumsi susu anak Indonesia yang saat ini masih relatif rendah. Dengan dukungan semua pihak dan pengembangan roadmap persusuan nasional, diharapkan asupan gizi melalui susu dapat meningkat sekaligus memperkuat kualitas generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan bangsa ke depan.
FAQ
Apa itu program Makan Bergizi Gratis (MBG)?
Program MBG adalah inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi secara gratis kepada anak-anak untuk mendukung pemenuhan gizi yang lebih baik.
Mengapa konsumsi susu perlu ditingkatkan di Indonesia?
Konsumsi susu di Indonesia masih rendah, sehingga peningkatan asupan susu penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak serta memperkuat kualitas generasi masa depan.