Menhub Pastikan Lahan Bandara Kertajati Cukup untuk Pusat MRO Hercules, Siap Jadi Hub Regional Asia
Baca juga
- Menhub Bahas Penyesuaian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Terkait Geopolitik Global
- Gubernur Sumut Tegas Tolak Proyek OPD yang Diduga Mark-Up, Cegah Pemborosan Anggaran
- Gus Lilur: Muktamar ke-35 NU Jadi Pilar Utama Penjaga Moral Bangsa Indonesia
- Manuel Neuer Kembali Perkuat Timnas Jerman, Gnabry Dicoret Jelang Piala Dunia 2026
- Mengupas Kemiripan Perang Iran dan Vietnam: Pelajaran dari Sejarah Amerika Serikat

Menhub Pastikan Lahan Bandara Kertajati Cukup untuk Pusat MRO Hercules, Siap Jadi Hub Regional Asia
diupdate.id - Bayangkan sebuah fasilitas modern yang menjadi jantung perawatan pesawat militer dan sipil, terletak strategis di Jawa Barat. Itulah rencana yang tengah dijalankan di Bandara Kertajati, Majalengka, yang diyakini punya lahan memadai untuk pembangunan pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat C-130 Hercules sekaligus berbagai armada lain.
Lahan Memadai untuk Fasilitas MRO di Kertajati
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan setelah rapat kerja dengan Komisi V DPR RI bahwa lahan Bandara Kertajati sangat cukup untuk mengembangkan fasilitas MRO khusus pesawat Hercules. Namun, proyek ini bukan hanya fokus pada Hercules saja, melainkan juga akan menjangkau berbagai jenis armada penerbangan lainnya.
"Lahan Kertajati masih cukup memadai kok (untuk fasilitas MRO Hercules)," katanya, menegaskan kesiapan lokasi tersebut.
Pengembangan MRO oleh PT GMF dan Kerjasama dengan Lockheed Martin
Pengembangan ini sebenarnya sudah mulai digagas sejak tahun lalu, termasuk oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) yang tengah membangun pusat MRO untuk helikopter di lokasi sama. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia mengembangkan kemampuan perawatan pesawat secara mandiri dan modern.
Mengenai kemungkinan keterlibatan pabrikan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin, di pusat MRO Hercules, menurut Menhub hal ini bergantung pada skema kerja sama dalam proses pengadaan pesawat oleh Kementerian Pertahanan. Jika pabrikan menyetujui, akan ada pembicaraan lanjutan untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan maintenance.
Dampak dan Potensi Kertajati sebagai Hub MRO Regional
Dengan lahan yang mencukupi dan dukungan fasilitas yang terus dibangun, Kertajati berpotensi menjadi hub MRO di kawasan Asia, khususnya untuk pesawat Hercules. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengonfirmasi rencana menjadikan lokasi ini pusat perawatan pesawat C-130 Hercules yang strategis.
Ini tentu membawa dampak positif bagi industri penerbangan nasional, meningkatkan kemandirian dalam perawatan pesawat militer dan sipil, serta membuka peluang kerja dan investasi di sektor ini. Koordinasi Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Pertahanan pun terus diperkuat untuk menyukseskan pengembangan fasilitas ini.
Ringkasan
Bandara Kertajati di Majalengka dipastikan memiliki lahan cukup untuk membangun pusat MRO pesawat Hercules dan armada lainnya, berdasarkan konfirmasi Menhub Dudy Purwagandhi. Proyek ini sudah digagas sejak tahun lalu, termasuk pembangunan fasilitas MRO helikopter oleh PT GMF. Potensi kerja sama dengan Lockheed Martin akan mengikuti proses pengadaan pesawat oleh Kementerian Pertahanan.
Dengan pengembangan ini, Kertajati diproyeksikan menjadi pusat industri perawatan pesawat di Asia, mendongkrak kemandirian dan kapabilitas sektor penerbangan Indonesia.
FAQ
Apakah lahan di Bandara Kertajati cukup untuk fasilitas MRO Hercules?
Ya, Menhub memastikan lahan di Bandara Kertajati cukup memadai untuk membangun pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat C-130 Hercules.
Siapa yang terlibat dalam pembangunan pusat MRO di Kertajati?
Selain Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertahanan, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) sudah mulai membangun fasilitas MRO helikopter, dan kemungkinan kerja sama dengan Lockheed Martin masih dalam pembicaraan.