Musisi Nasional Ajak Mahasiswa Unesa Lestarikan Jati Diri Bangsa di Era Globalisasi
Baca juga
- Jadwal dan Persiapan SPMB Sekolah Maung 2026: Disdik Jabar Tunggu SK Gubernur
- Menjaga Integritas Pendidikan: Kunci Membangun Generasi Jujur dan Berdaya Saing
- Dari Penerima Beasiswa Jadi Penggerak Pendidikan, Kisah Inspiratif Niko Syahputra
- Mendikdasmen Tegaskan Pentingnya Pendidikan Berkualitas di Hardiknas 2026
- Refleksi Hardiknas: Menagih Janji Pendidikan Gratis Bagi 49 Ribu Anak Putus Sekolah di Jambi

Musisi Nasional Ajak Mahasiswa Unesa Lestarikan Jati Diri Bangsa di Era Globalisasi
diupdate.id - Di tengah derasnya gelombang globalisasi yang membawa perubahan cepat, menjaga jati diri bangsa menjadi tantangan penting. Belum lama ini, sejumlah musisi nasional berkolaborasi dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyuarakan pentingnya mengenal dan melestarikan identitas budaya Indonesia, terutama bagi generasi muda.
Dialog Kebangsaan di Kampus Unesa
Acara bertajuk Mengenal Diri, Mengenal Indonesia ini diselenggarakan pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Graha Unesa, Kampus Lidah Wetan. Kegiatan merupakan hasil kerjasama Unesa, Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), serta Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Beberapa musisi ternama seperti Bimbim Slank, Once Mekel, Alffy Rev, Shanna Shannon, dan Novia Bachmid turut hadir untuk berbagi inspirasi.
Seni dan Budaya Sebagai Pilar Keunggulan Bangsa
Rektor Unesa, Nurhasan, menegaskan bahwa seni dan budaya adalah kekuatan utama Indonesia yang harus terus dijaga. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci dalam mengembangkan dan memperkenalkan seni budaya ke panggung internasional. "Musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan keberagaman suku dan budaya Indonesia," ujarnya. Nurhasan berharap platform digital dimaksimalkan agar warisan budaya tetap hidup dan jati diri bangsa tidak pudar dimakan zaman.
Kritik Sosial dari Musisi
Dalam sesi diskusi, Alffy Rev menyoroti perilaku masyarakat modern yang kerap mengharapkan hasil instan tanpa proses panjang. Hal ini menjadi catatan penting agar generasi muda lebih menghargai perjalanan dan usaha dalam mempertahankan budaya dan identitas bangsa.
Analisa Dampak Globalisasi terhadap Jati Diri Bangsa
Globalisasi membawa arus budaya dan gaya hidup baru yang kadang menggeser nilai tradisional. Tanpa kesadaran dan upaya menjaga jati diri, ada risiko identitas bangsa menjadi samar. Dialog seperti yang digelar Unesa sangat penting untuk membangun kesadaran mahasiswa agar tetap bangga dan aktif mengembangkan seni budaya lokal, serta menggunakan teknologi sebagai alat pelestarian. Ini juga memperkuat rasa kebangsaan dan solidaritas sosial di era teknologi digital.
Ringkasan
Kegiatan dialog kebangsaan di Unesa yang melibatkan musisi nasional membuka wawasan mahasiswa akan pentingnya menjaga jati diri bangsa di tengah globalisasi. Melalui seni dan budaya, Indonesia memiliki modal kuat yang harus dipertahankan dan dikembangkan, apalagi dengan dukungan platform digital. Upaya ini krusial demi memelihara identitas dan memperkuat posisi bangsa di dunia global.
FAQ
Mengapa jati diri bangsa penting dijaga di era globalisasi?
Karena globalisasi membawa arus budaya dari luar yang bisa menggeser nilai-nilai tradisional, menjaga jati diri bangsa penting agar identitas dan budaya lokal tetap lestari.
Bagaimana peran musik dalam menjaga identitas bangsa menurut musisi nasional?
Musik berfungsi sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan keberagaman budaya dan memperkenalkan warisan budaya Indonesia ke dunia.