Industri Kuliner Inggris Menjerit: Usulan Turunkan VAT Jadi 10%

Industri Kuliner Inggris Menjerit: Usulan Turunkan VAT Jadi 10%

Baca juga

Tekanan Berat Industri Kuliner Inggris: Pemotongan VAT Jadi Harapan Para Chef Terkenal

diupdate.id - Dalam waktu yang menegangkan bagi para pemilik restoran dan pub Inggris, empat chef papan atas negara tersebut menyerukan pemangkasan pajak pertambahan nilai (VAT) menjadi hanya 10%. Ajakan ini muncul sebagai upaya terakhir untuk meringankan tekanan biaya yang terus meningkat dan menyelamatkan industri yang diyakini sedang menghadapi masa terberatnya.

Permintaan Pemotongan Pajak dari Chef Terkenal

Tom Kerridge, Yotam Ottolenghi, Ravneet Gill, dan Simon Rogan, yang dikenal luas sebagai chef dan pemilik jaringan restoran ternama, mengungkapkan kondisi industri saat ini melalui wawancara dengan BBC Newsnight. Mereka menegaskan bahwa bekerja di sektor perhotelan kini adalah tantangan paling sulit yang pernah ada, di mana pendapatan sulit menutup biaya operasi yang semakin membengkak.

Simon Rogan dengan jujur mengungkapkan, "Kami hampir tidak menghasilkan keuntungan dan hanya berusaha bertahan." Kerridge menambahkan bahwa pemerintah mengatur perpajakan bisnis dengan cara yang sangat memberatkan. Dari sisi lain, menteri kabinet Pat McFadden mengakui bahwa pemerintah memang meminta lebih dari dunia bisnis, namun masih menawarkan bantuan sesuai kemampuan dengan mempertimbangkan alokasi anggaran yang ada.

Latar Belakang Tekanan Biaya dalam Industri Kuliner

Pandemi Covid-19 membawa dampak besar bagi sektor hospitality, memaksa banyak usaha tutup sementara. Belum selesai, kenaikan harga energi akibat konflik di Ukraina memperparah biaya pengeluaran. Penurunan daya beli masyarakat juga membuat konsumen lebih hemat, khususnya dalam hal makan di luar.

Meski sempat mendapatkan dukungan berupa skema seperti "Eat Out to Help Out" dan pengurangan VAT sementara, fakta industri menunjukkan bahwa tiga bisnis perhotelan terpaksa tutup setiap harinya sejak awal 2026, menurut asosiasi UK Hospitality.

VAT dan Bandingannya di Eropa

VAT saat ini sebesar 20% di Inggris adalah yang kedua tertinggi di Eropa, hanya di bawah Denmark. Hal ini menjadi beban signifikan bagi restoran dan pub. UK Hospitality secara konsisten mendorong penurunan VAT ke sekitar 10%, selevel dengan negara-negara lain seperti Prancis, Italia, dan Spanyol, agar industri ini bisa bangkit dan berkembang.

Dampak dan Analisis

Kenaikan biaya tidak hanya dipengaruhi oleh VAT, melainkan juga oleh naiknya National Insurance untuk pengusaha, pajak usaha, dan upah minimum yang meningkat. Namun, bagi banyak pelaku bisnis di sektor ini, pemotongan VAT dianggap sebagai langkah yang paling nyata dan langsung untuk memberikan ruang bernapas dan investasi kembali ke usaha mereka.
Kerridge dan rekan-rekannya menggarisbawahi bahwa penurunan VAT bukan hanya soal menurunkan harga bagi konsumen, melainkan soal keberlangsungan bisnis dalam industri yang sangat rentan saat ini.

Ringkasan

Industri kuliner Inggris tengah menghadapi tantangan berat akibat biaya operasional yang melonjak dan beban pajak yang tinggi. Empat chef terkemuka menyerukan pemerintah untuk menurunkan VAT menjadi 10% sebagai solusi utama, guna mendorong kelangsungan bisnis restoran dan pub, serta menjaga keanekaragaman kuliner di tengah krisis ekonomi yang belum mereda.

FAQ

Apa itu VAT dan mengapa penting bagi industri kuliner?

VAT adalah pajak pertambahan nilai sebesar 20% di Inggris yang dikenakan pada pembelian barang dan jasa, termasuk restoran dan pub. Pajak ini meningkatkan biaya operasional dan harga, membebani pelaku usaha kuliner.

Mengapa para chef mendesak penurunan VAT menjadi 10%?

Penurunan VAT dianggap dapat meringankan beban biaya bisnis kuliner, memberikan ruang bernapas dan memungkinkan mereka berinvestasi kembali, sehingga membantu menjaga kelangsungan usaha di tengah tekanan ekonomi.