Penumpang Terakhir Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Berhasil Dievakuasi, Kasus Baru Muncul Lagi

Penumpang Terakhir Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Berhasil Dievakuasi, Kasus Baru Muncul Lagi

Baca juga

Penumpang Terakhir Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Berhasil Dievakuasi, Kasus Baru Muncul Lagi

diupdate.id - Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius masih menimbulkan keprihatinan setelah penumpang terakhir berhasil dievakuasi. Namun, tiga kasus positif baru terus dikonfirmasi, membuktikan bahwa ancaman virus ini belum sepenuhnya usai.

Penumpang dan Kru Kapal Akhirnya Keluar, Meski Kasus Terus Bertambah

Perjalanan kapal MV Hondius dari Tenerife menuju Belanda pada Senin lalu menandai pengakhiran masa karantina di kapal tersebut. Enam penumpang terakhir yang terdiri dari empat warga Australia, satu Inggris, dan satu Selandia Baru serta beberapa kru telah turun dari kapal. Meski begitu, otoritas kesehatan mengumumkan adanya tiga tambahan kasus hantavirus yang dikaitkan dengan kapal ini.

Sampai saat ini, tujuh kasus hantavirus terkonfirmasi terkait MV Hondius dengan dua kasus lainnya diduga kuat terinfeksi. Beberapa korban telah meninggal, termasuk tiga penumpang, dua di antaranya dipastikan terpapar hantavirus. Di luar kapal, seorang warga Spanyol yang dievakuasi dan kini menjalani karantina di Madrid, juga dinyatakan positif sementara.

Wabah Hantavirus yang Tak Biasa

Hantavirus biasanya menyebar melalui tikus, namun virus varian Andes yang diduga menyebar di kapal terkonfirmasi dapat menular antar manusia. WHO mengingatkan bahwa meski penularan manusia ke manusia cukup jarang, hal ini tetap harus diwaspadai dengan serius.

Gejala hantavirus meliputi demam, kelelahan ekstrem, nyeri otot, sakit perut, muntah, diare, dan sesak napas. Meski demikian, kantor kesehatan Amerika Serikat menegaskan bahwa penularan human-to-human pada kasus ini jarang terjadi sehingga risiko wabah besar sangat rendah.

Dampak dan Langkah Penanganan

Kapal MV Hondius kini tinggal menampung 27 kru dan dua tenaga medis yang berasal dari berbagai negara termasuk Filipina, Belanda, Ukraina, Rusia, dan Polandia. Mereka akan membantu persiapan kapal menuju Belanda dan melakukan karantina setelah tiba.

Penumpang dari berbagai negara telah dipulangkan dan sebagian besar menjalani isolasi mandiri selama minimal tiga minggu untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan merekomendasikan masa isolasi 42 hari untuk orang-orang yang pernah berada di kapal.

Meski ada perbedaan pendekatan antara WHO dan CDC AS terkait durasi isolasi, keduanya sepakat perlunya kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan.

Ringkasan

Kasus hantavirus pada kapal MV Hondius menjadi pengingat penting tentang potensi wabah virus langka namun berbahaya. Penumpang terakhir sudah dievakuasi, tetapi penambahan kasus baru menunjukkan perlunya pengawasan ketat dan tindakan karantina yang disiplin. Masyarakat diimbau mengikuti protokol kesehatan dan tidak mengabaikan gejala penyakit, terutama jika memiliki riwayat kontak dengan sumber infeksi.

FAQ

Apa itu hantavirus dan bagaimana cara penularannya?

Hantavirus adalah virus yang biasanya ditularkan melalui kontak dengan kotoran atau air liur tikus yang terinfeksi. Varian Andes dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat.

Mengapa penumpang kapal MV Hondius harus menjalani karantina?

Karantina dilakukan untuk mencegah penyebaran hantavirus karena virus ini dapat menyebabkan penyakit serius dan memiliki masa inkubasi yang panjang, sehingga isolasi diperlukan untuk memastikan tidak terjadi penularan lebih luas.