Pesan Prabowo Bikin Pesilat Muda Tersentuh, Pencak Silat Disebut Bisa Menuju Olimpiade
Baca juga
- Politikus PAN Dukung Pelaporan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Ini Alasannya
- Bea Cukai Segel 29 Yacht di Jakarta, Dugaan Pelanggaran Pajak Mewah Terungkap
- Pria Meninggal di Perkebunan PTPN Cianjur, Luka Tembak di Kepala dan Senjata Rakitan Ditemukan
- OTT Bupati Tulungagung: Daftar Fakta Lengkap Dugaan Pemerasan Rp5 Miliar
- Bapanas Percepat Implementasi Beras Fortifikasi, Ini Panduan Teknis yang Disosialisasikan

Pesan Prabowo Bikin Pesilat Muda Tersentuh, Pencak Silat Disebut Bisa Menuju Olimpiade
diupdate.id - Di tengah sorotan pada masa depan olahraga Indonesia, satu pesan sederhana justru terasa kuat bagi para pesilat muda: pencak silat bukan sekadar bela diri, melainkan warisan budaya yang harus dijaga. Itulah kesan yang muncul setelah Presiden Prabowo Subianto berbicara dalam Musyawarah Nasional Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Bagi sebagian generasi muda, pesan itu bukan hanya seremonial. Ada dorongan moral yang membuat mereka merasa pencak silat masih punya masa depan besar, termasuk harapan untuk tampil di panggung olahraga dunia.
Pencak Silat Tak Hanya Olahraga, Tapi Juga Identitas Bangsa
Salah satu pesilat muda yang merasakan kuatnya pesan tersebut adalah Fiqih Bagus Pratama dari Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia. Ia mengaku paling terkesan saat Presiden menegaskan bahwa pencak silat adalah budaya yang perlu dilestarikan.
Menurut Fiqih, pencak silat memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar teknik menyerang dan bertahan. Di dalamnya ada kedisiplinan, etika, nilai moral, hingga pembentukan karakter. Karena itu, pencak silat dipandang sebagai bagian dari identitas bangsa yang layak terus dikenalkan ke generasi berikutnya.
Harapan Besar Menuju Olimpiade
Selain soal pelestarian budaya, Fiqih juga menyoroti dorongan agar pencak silat bisa menembus level internasional, termasuk peluang masuk Olimpiade. Baginya, wacana itu menjadi penyemangat besar bagi anak muda yang menekuni olahraga tradisional ini.
Ia berharap pencak silat semakin dikenal dunia sebagai seni bela diri yang tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga mengajarkan nilai etika dan spiritualitas. Harapan itu, menurut dia, bisa tercapai jika para atlet muda terus mempersiapkan diri dengan latihan yang disiplin, fisik yang kuat, dan mental yang matang.
Fiqih juga menyampaikan doa agar Presiden Prabowo dan jajaran pengurus IPSI diberikan kesehatan serta kekuatan untuk terus mengembangkan pencak silat agar semakin mendunia.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa pencak silat adalah bagian dari jati diri bangsa Indonesia yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Dampak bagi Generasi Muda
Pernyataan itu memberi sinyal bahwa pencak silat tidak boleh hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga perlu masuk dalam arus pembinaan atlet modern. Jika dorongan ini diikuti dengan pembinaan yang konsisten, pencak silat bisa punya posisi yang lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional. Bagi generasi muda, pesan Prabowo sekaligus menjadi pengingat bahwa prestasi dan pelestarian budaya bisa berjalan beriringan.
Dengan semangat itu, pencak silat kini bukan hanya bicara tentang pertandingan, tetapi juga tentang kebanggaan, identitas, dan peluang besar untuk dikenal lebih luas oleh dunia.
FAQ
Mengapa pesan Prabowo dianggap penting bagi pesilat muda?
Karena pesan itu menegaskan pencak silat sebagai budaya bangsa yang perlu dilestarikan, sekaligus memberi motivasi agar generasi muda terus berkembang.
Apa harapan pesilat muda terhadap pencak silat?
Mereka berharap pencak silat bisa semakin dikenal dunia dan suatu saat masuk Olimpiade.