Polisi Amankan Mahasiswa Bawa Badik dan Parang saat Aksi May Day di Makassar
Baca juga
- Seruan Kuat di Depan DPR: Massa Buruh dan Mahasiswa Bersatu Aksi May Day 2026
- Polisi Bongkar Pendanaan di Balik Rencana Kerusuhan May Day di Jakarta: Uang Tunai Rp11 Juta Disita
- May Day 2026, KASBI Lebih Memilih Demo di DPR daripada Acara Resmi
- Warga Lubuk Sidup Berangsur Tinggalkan Tenda, Huntara Jadi Titik Awal Kehidupan Baru Pascabanjir
- Ribuan Buruh May Day 2026 di Monas Antre Panjang Dapat Sembako Gratis dari Istana

Polisi Amankan Mahasiswa Bawa Badik dan Parang saat Aksi May Day di Makassar
diupdate.id - Hari Buruh Internasional atau May Day di Makassar tak hanya diwarnai aksi damai, namun juga muncul insiden menarik perhatian polisi. Seorang pria yang diduga mahasiswa berusia 20 tahun diamankan karena membawa senjata tajam jenis badik dan parang di sepeda motornya. Kejadian ini memunculkan pertanyaan mengenai potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung.
Penangkapan di Tengah Keramaian May Day
Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, mengatakan bahwa pengamanan dilakukan ketika kelompok mahasiswa tersebut melintas dengan gaya berkendara yang dinilai ugal-ugalan dan mencurigakan. "Kami melihat satu pengendara motor yang membawa senjata tajam, langsung kami hentikan untuk pemeriksaan," ujar Supriadi, Jumat (1/5).
Saat diperiksa, ditemukan sebuah badik lengkap dengan sarungnya serta sebuah parang yang tersimpan di bawah sadel motor. Mahasiswa yang berinisial MFFRS ini mengaku membawa senjata tersebut saat mengikuti rombongan menuju lokasi aksi di bawah jembatan Flyover.
Motif dan Penyidikan Masih Berlangsung
Polisi sampai saat ini belum memastikan apakah yang bersangkutan memang akan bergabung dalam unjuk rasa atau berniat membawa senjata tajam untuk tujuan lain. "Masih dalam proses penyelidikan dan belum ada konfirmasi motif jelas membawa badik dan parang tersebut," kata Supriadi.
Penemuan senjata tajam ini menjadi perhatian serius karena May Day biasanya berlangsung secara damai. Kehadiran senjata berpotensi menimbulkan kerawanan dan memicu ketegangan yang tidak diinginkan di tengah aksi massa.
Dampak Potensial dan Implikasi Keamanan
Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya pengawasan ketat aparat keamanan selama demonstrasi, terutama pada hari besar seperti May Day. Adanya oknum yang membawa senjata tajam dapat menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu kelancaran jalannya aksi serta mengancam keselamatan peserta maupun petugas pengamanan.
Selain itu, kasus ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara maupun aparat untuk meningkatkan koordinasi dan prosedur pemeriksaan terhadap peserta aksi, sehingga situasi tetap kondusif dan aspirasi buruh dapat tersampaikan dengan aman.
Ringkasan
Penangkapan seorang mahasiswa di Makassar yang kedapatan membawa badik dan parang saat aksi May Day menjadi peringatan penting soal kewaspadaan di acara besar bertema sosial ini. Meski motif belum pasti, upaya cepat polisi mengamankan individu tersebut membantu menjaga stabilitas keamanan. Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua agar aksi demokrasi berjalan damai tanpa adanya potensi ancaman keamanan.
FAQ
Apa yang ditemukan polisi pada mahasiswa di aksi May Day Makassar?
Polisi menemukan badik dan parang yang disimpan di bawah sadel sepeda motor mahasiswa tersebut.
Apakah mahasiswa tersebut ditangkap saat mengikuti unjuk rasa?
Masih dalam penyelidikan apakah mahasiswa tersebut benar-benar bergabung dalam unjuk rasa atau tidak.
May Day Makassar menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.