Pramono Mulai Revitalisasi Dua Pasar di Jakarta, Masing-Masing Habiskan Rp10 Miliar

Baca juga

Pramono Mulai Revitalisasi Dua Pasar di Jakarta, Masing-Masing Habiskan Rp10 Miliar

Pramono Mulai Revitalisasi Dua Pasar di Jakarta, Masing-Masing Habiskan Rp10 Miliar

diupdate.id - Wajah dua pasar tradisional di Jakarta bakal berubah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai revitalisasi pasar di Pasar Gardu Asem, Jakarta Pusat, sekaligus pembangunan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara. Masing-masing proyek disebut menelan anggaran Rp 10 miliar.

Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa Pemprov DKI masih memberi perhatian besar pada infrastruktur perdagangan rakyat. Bagi pedagang, pembenahan pasar bukan sekadar soal bangunan baru, tetapi juga soal kenyamanan berjualan dan meningkatnya daya tarik pembeli.

Dua Pasar Jadi Fokus Pembenahan

Revitalisasi Pasar Gardu Asem dan pembangunan Pasar Kramat Jaya masuk dalam agenda perbaikan fasilitas pasar di ibu kota. Dengan nilai anggaran yang sama, yakni Rp 10 miliar per pasar, proyek ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin mendorong pasar tradisional tetap bersaing di tengah perubahan pola belanja masyarakat.

Meski begitu, detail teknis pengerjaan seperti jadwal selesai dan konsep desain belum dikonfirmasi lebih lanjut. Namun, dimulainya proyek ini sudah memberi harapan bagi pedagang dan warga sekitar yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonomi pada pasar tradisional.

Apa Dampaknya bagi Pedagang dan Pembeli?

Revitalisasi pasar biasanya membawa dua dampak utama. Pertama, pedagang mendapat tempat yang lebih tertata, sehingga aktivitas jual beli bisa berlangsung lebih nyaman. Kedua, pembeli cenderung lebih betah datang jika kondisi pasar bersih, rapi, dan aman.

Dalam konteks Jakarta, revitalisasi pasar juga penting untuk menjaga peran pasar tradisional agar tidak kalah bersaing dengan pusat belanja modern dan layanan belanja daring. Bila pembenahan berjalan baik, pasar bisa tetap menjadi pusat perputaran ekonomi warga.

Menjaga Denyut Ekonomi di Tingkat Lokal

Keputusan Pemprov DKI Jakarta memulai proyek ini menunjukkan bahwa pasar tradisional masih dipandang sebagai simpul ekonomi yang vital. Dengan anggaran Rp 10 miliar untuk masing-masing lokasi, pemerintah tampak berupaya menyeimbangkan kebutuhan infrastruktur dengan keberlangsungan aktivitas pedagang.

Meski hasil akhirnya masih perlu menunggu proses pengerjaan, langkah awal ini memberi pesan penting: pasar rakyat tidak dibiarkan tertinggal. Jika revitalisasi pasar ini berjalan sesuai rencana, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh pedagang, pembeli, dan lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, pembenahan dua pasar ini bukan hanya proyek fisik, melainkan bagian dari upaya menjaga denyut ekonomi warga Jakarta tetap hidup.

FAQ

Berapa anggaran revitalisasi dua pasar tersebut?

Masing-masing pasar disebut menelan anggaran Rp 10 miliar.

Pasar mana saja yang masuk proyek ini?

Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat dan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara.