Banjir Rendam Empat Kecamatan di Cirebon, Air Sempat Tiba hingga 1 Meter
Baca juga
- 44 Tempat Penitipan Anak di Sleman Beroperasi Tanpa Izin, Apa Dampaknya?
- Tragis! Pemancing di Jember Ditemukan Meninggal Setelah 5 Hari Terjebak Ombak
- Banjir Melanda Desa Gunung Meraksa, Ratusan Rumah di OKU Terendam: Simak Imbauan BPBD
- Revitalisasi 5 Pasar Tradisional Surabaya Rampung Mei 2026, Ini Perubahan yang Ditunggu
- Kerusuhan May Day 2026: Dari Warung Kecil Hingga Luka Besar Nandang

Banjir Rendam Empat Kecamatan di Cirebon, Air Sempat Tiba hingga 1 Meter
diupdate.id - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Cirebon sejak Senin malam menimbulkan banjir besar pada Selasa pagi. Tak hanya sekadar genangan, air banjir bahkan mencapai ketinggian hingga satu meter di beberapa titik. Kondisi ini jelas membuat warga panik dan aktivitas sehari-hari terganggu.
Empat Kecamatan Terdampak Banjir
Banjir melanda Kecamatan Pangenan, Astanajapura, Mundu, dan Waled di Kabupaten Cirebon pada Selasa (19/5/2026) pagi. Di antara lokasi terdampak, Desa Japura Lor di Pangenan menjadi salah satu yang paling parah. Di kawasan tersebut, air menggenangi jalan hingga satu meter dan masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar 50 cm.
Seorang warga Japura Lor, Jaenudin, menceritakan hujan turun mulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung sekitar empat jam secara sporadis hingga Selasa dini hari. "Air mulai menggenangi jalan sekitar pukul 02.00 WIB dan masuk rumah saat subuh," ujarnya.
Penyebab dan Kondisi Banjir
Menurut Jaenudin, banjir di desanya bukan hanya karena hujan langsung, melainkan juga akibat luapan Sungai Singaraja serta saluran air yang sempit. Tidak jarang, banjir bahkan terjadi saat wilayahnya tak diguyur hujan, tapi air kiriman dari daerah hulu sudah datang terlebih dahulu.
Hal ini menunjukkan tantangan dalam pengelolaan tata air dan infrastruktur saluran di daerah tersebut. Masalah drainase yang kurang memadai dapat memperparah risiko banjir di musim hujan seperti saat ini.
Dampak Banjir bagi Warga
Banjir besar ini tentu membawa dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat. Jaenudin misalnya, yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang, terpaksa tidak bisa menjalankan usahanya hari itu karena genangan air. Ia juga harus memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk mencegah kerusakan.
Selain gangguan ekonomi, banjir secara umum dapat menimbulkan risiko kesehatan dan kerusakan properti yang tidak sedikit.
Ringkasan
Bencana banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Cirebon akibat hujan deras menyoroti perlunya perhatian ekstra terhadap sistem pengelolaan air dan drainase. Ketinggian air yang mencapai satu meter bahkan lebih di beberapa lokasi menghambat aktivitas warga dan menimbulkan kerugian. Upaya pencegahan dan pemulihan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
FAQ
Kecamatan mana saja yang terdampak banjir di Cirebon?
Empat kecamatan yang terdampak adalah Pangenan, Astanajapura, Mundu, dan Waled.
Berapa tinggi air banjir yang melanda Kecamatan Pangenan?
Di Desa Japura Lor Kecamatan Pangenan, ketinggian air mencapai sekitar satu meter di jalanan dan sekitar 50 cm masuk ke dalam rumah.
banjir Cirebon menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.