Tragis! Pemancing di Jember Ditemukan Meninggal Setelah 5 Hari Terjebak Ombak
Baca juga
- Banjir Melanda Desa Gunung Meraksa, Ratusan Rumah di OKU Terendam: Simak Imbauan BPBD
- Revitalisasi 5 Pasar Tradisional Surabaya Rampung Mei 2026, Ini Perubahan yang Ditunggu
- Kerusuhan May Day 2026: Dari Warung Kecil Hingga Luka Besar Nandang
- Tragedi di Taman London: Seorang Wanita dan Anak Tenggelam Saat Berenang
- Pradi Supriatna Ajak Warga Depok Jaga Harmoni dan Doakan Pemimpin dalam Silaturahmi Subuh

Tragis! Pemancing di Jember Ditemukan Meninggal Setelah 5 Hari Terjebak Ombak
diupdate.id - Ketegangan dan harapan bercampur saat tim SAR di Jember terus melakukan pencarian terhadap pemancing yang hilang terseret ombak besar. Setelah lima hari penuh usaha tanpa henti, kabar duka akhirnya datang. Moh Ali Makrus (33), warga Desa Lojejer, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Pantai Payangan.
Kepergian Tragis Moh Ali Makrus di Tengah Ombak Agresif
Pada Selasa, 28 April 2026, Moh Ali bersama dua rekannya memancing di kawasan belakang Teluk Love, Pantai Payangan. Ketika ombak mulai membesar, kedua rekannya berhasil meninggalkan lokasi dengan selamat, namun Moh Ali tidak beruntung. Ia terpukul ombak dari belakang dan terbawa arus yang cukup kuat. Meskipun sempat ditolong oleh rekannya, gelombang tinggi akhirnya menyeretnya hingga hilang dari pandangan.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal kehilangan. "Korban ditemukan meninggal setelah pencarian yang dilakukan selama lima hari oleh Tim SAR gabungan," ujarnya pada Minggu (3/5).
Pencarian Intensif dengan Strategi Terpadu
Pencarian dilakukan secara sistematis dengan dua tim yang menyisir kawasan tersebut. Mereka menjelajah mulai dari Pantai Papuma, Watu Ulo, hingga Payangan dengan bantuan perahu LCR milik Basarnas dan BPBD. Cuaca serta ombak yang masih bergejolak menjadi tantangan utama selama operasi berlangsung.
Dampak dan Refleksi dari Insiden Ini
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berada di kawasan pantai dengan kondisi ombak yang tidak stabil. Selain itu, kesiapan tim penyelamat serta fasilitas SAR di sekitar wilayah rawan bencana laut menjadi hal krusial untuk meminimalisir risiko korban jiwa.
Para pemancing dan wisatawan diharapkan untuk selalu memperhatikan peringatan cuaca dan mengikuti instruksi keselamatan agar terhindar dari insiden serupa di masa depan.
Ringkasan
Moh Ali Makrus, pemancing warga Jember, meninggal dunia setelah terseret ombak selama lima hari di Pantai Payangan. Tim SAR gabungan berjibaku melakukan pencarian lewat metode penyisiran laut. Tragedi ini menegaskan pentingnya kewaspadaan akan risiko ombak besar di kawasan pantai.
FAQ
Berapa lama korban terseret ombak sebelum ditemukan?
Korban terseret ombak dan hilang selama lima hari sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Di mana lokasi kejadian terjadinya kecelakaan ini?
Kejadian berlangsung di Pantai Payangan, tepatnya di belakang Teluk Love, Jember.
pemancing hilang Jember menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.