Tebing Setinggi 6 Meter di Bogor Barat Longsor, Masjid dan Rumah Warga Terancam
Baca juga
- Pendiri Ponpes Pati Ditetapkan Tersangka Kasus Pelecehan Santriwati
- Mantan Wakil Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan ke KPK Terkait Penyitaan, Sidang Digelar Mei 2026
- TNI Dilibatkan, Begini Cara Mendikti Persiapkan Penerima Beasiswa LPDP atasi Culture Shock
- Jalan Rasuna Said Tanpa Tiang Monorel Siap Diresmikan Juni 2026
- Demo Besar Nelayan Pati: Alun-alun Ditutup, 1700 Aparat Dikerahkan Amankan Aksi

Tebing Setinggi 6 Meter di Bogor Barat Longsor, Masjid dan Rumah Warga Terancam
diupdate.id - Warga Kecamatan Bogor Barat dikejutkan oleh longsornya tebing setinggi enam meter yang menggerus tepi Kali Cikaret pada Minggu malam, 3 Mei 2026. Peristiwa ini tidak hanya merusak tebing, tetapi juga menghancurkan bangunan masjid dan mengancam keselamatan beberapa rumah warga.
Longsor Akibat Luapan Sungai dan Hujan Deras
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mengungkapkan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 18.50 WIB di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat. Tebing dengan lebar sekitar 10 meter dan tinggi sekitar 6 meter tergerus arus deras luapan Kali Cikaret yang dipicu oleh hujan deras dan kondisi tanah labil.
Akibat longsor tersebut, Bangunan Masjid Nurul Hikmah yang berada di atas tebing ambruk dan terbawa arus sungai. Selain itu, satu rumah warga juga terancam terdampak longsor sehingga penghuninya terpaksa diungsikan sementara ke rumah kerabat terdekat demi keselamatan.
Hujan Deras Sebabkan Pohon Tumbang dan Banjir
Tidak hanya longsor, hujan deras juga memicu pohon bambu tumbang yang menutupi aliran Kali Cimanglid di Kampung Babakan Sumantri, Kelurahan Pasir Kuda. Akibatnya, air sungai meluap dan merendam enam rumah warga setempat.
Namun, banjir ini tidak berlangsung lama dan mulai surut setelah hujan reda. Warga bersama petugas BPBD bekerja sama membersihkan lumpur dan puing-puing pohon agar aliran sungai kembali lancar.
Dampak dan Analisa Sederhana
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya mitigasi bencana terutama di daerah yang rawan longsor dan banjir seperti Bogor Barat. Kombinasi hujan deras, tanah yang tidak stabil, dan aliran sungai deras menjadi faktor utama yang memperparah kerusakan.
Longsor dan banjir juga memberikan dampak sosial ekonomi bagi warga, mulai dari kehilangan tempat ibadah, rumah terancam rusak, hingga aktivitas sehari-hari terganggu. Peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan serta penguatan struktur tebing dan aliran sungai harus menjadi prioritas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Ringkasan
Minggu malam di Bogor Barat diwarnai longsor setinggi 6 meter yang dipicu oleh luapan Kali Cikaret akibat hujan deras. Bangunan Masjid Nurul Hikmah hancur terbawa arus, satu rumah warga terancam dan diungsikan. Di tempat lain, pohon tumbang menimbulkan banjir singkat yang merendam enam rumah. Petugas BPBD sigap membantu evakuasi dan pembersihan. Insiden ini menegaskan perlunya perhatian serius terhadap risiko bencana di wilayah perkotaan yang berbatasan dengan sungai dan tebing labil.
FAQ
Apa penyebab longsor di Bogor Barat pada 3 Mei 2026?
Longsor disebabkan oleh luapan Kali Cikaret akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil.
Apakah ada korban jiwa dalam musibah ini?
Belum dikonfirmasi adanya korban jiwa akibat longsor dan banjir tersebut.
tebing longsor Bogor menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.